Berita

Elon Musk/Net

Dunia

Elon Musk Tarik Unggahan soal Trump-Epstein, Campur Tangan Politik?

MINGGU, 08 JUNI 2025 | 13:14 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan miliarder teknologi Elon Musk memuncak dalam perseteruan daring yang mengejutkan publik. 

Pada Kamis, 5 Juni 2025, Musk yang mantan kepala Departemen Efisiensi Pemerintah Amerika (DOGE) dan CEO Tesla, mengunggah sebuah pernyataan eksplosif yang mengaitkan Trumpo dengan Jeffrey Epstein, pelaku kejahatan seksual yang tewas di penjara pada 2019.

“Donald Trump ada dalam berkas Epstein. Itulah alasan sebenarnya berkas-berkas itu tidak dipublikasikan. Semoga harimu menyenangkan, DJT!” tulis Musk dalam unggahannya, seperti dimuat The Week. 


Ia bahkan meminta publik untuk menyimpan unggahan tersebut untuk masa mendatang ketika kebenaran akan terungkap.

Namun, hanya dua hari berselang, pada Sabtu, 7 Juni 2025, unggahan tersebut mendadak hilang tanpa penjelasan resmi. 

Langkah Musk itu menimbulkan spekulasi luas tentang kemungkinan adanya tekanan dari lingkaran kekuasaan, termasuk dari Trump sendiri.

Analis politik senior di Brookings Institution Naomi Goldberg menyebut tindakan Musk tidak biasa karena dilakukan tanpa klarifikasi apapun. 

“Mengeluarkan tuduhan setajam itu terhadap presiden lalu menghapusnya tanpa klarifikasi, mengindikasikan bahwa bisa saja ada tekanan politik yang besar di balik layar," kata dia. 

Perseteruan ini bermula dari ketidaksepakatan keduanya terkait rancangan undang-undang pajak dan tarif Trump yang disebut Musk sebagai “Rancangan Undang-Undang yang Indah”.

Perbedaan pendapat itu berubah menjadi perang terbuka di media sosial, yang menandai berakhirnya hubungan yang sebelumnya tampak harmonis antara dua tokoh besar itu.

Bahkan Kanye West (Ye) turut angkat suara, menyerukan agar keduanya berhenti bertengkar di ruang publik. 

“Dua pria besar, dua ego besar. Tapi negara ini perlu kedamaian, bukan drama daring,” tulis Ye di X.

Ketegangan berakhir tiba-tiba ketika Musk secara terbuka menyetujui unggahan manajer dana lindung nilai dan pendukung Trump, Bill Ackman, yang menyerukan rekonsiliasi. 

Sejak saat itu, Trump memilih bungkam terkait tuduhan Epstein. Namun, ia mengunggah tangkapan layar dari pernyataan salah satu pengacara Epstein yang menyatakan bahwa nama Trump tidak tercantum dalam dokumen kasus tersebut.

Walau tak memberikan klarifikasi resmi, Trump sempat menyampaikan komentarnya dalam wawancara dengan Politico.

“Lihat, Elon dan saya memiliki hubungan yang baik. Saya tidak tahu apakah kami akan memilikinya lagi," ujar Trump.

Sementara itu, Musk terus melontarkan kritik terselubung terhadap Trump, termasuk usul pembentukan partai politik baru yang disebut "The America Party" yang menurutnya akan mewakili 80 persen masyarakat yang berada di tengah. 

Dalam jajak pendapat yang ia unggah di X, usulan itu mendapat dukungan 80 persen pengguna.

Namun, panggilan Gedung Putih yang sempat dijadwalkan untuk menyelesaikan konflik justru dibatalkan sepihak oleh Trump, yang menyatakan bahwa ia tidak tertarik bertemu dengan Musk.

Situasi ini menyisakan pertanyaan besar apakah Elon Musk ditekan untuk mencabut tuduhannya, ataukah ini merupakan bagian dari manuver politik yang lebih besar di balik layar Washington?

“Bukan rahasia lagi bahwa dalam politik, kebenaran bisa menjadi korban pertama. Yang membuat kasus ini berbeda adalah bahwa kita menyaksikannya secara real time di media sosial," kata Prof. Lila Emerson, pakar komunikasi politik dari Stanford.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Hotel Bumi Wiyata Komitmen Penuhi Hak 104 Pekerja Sesuai Ketentuan

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:31

Sinopsis Reawakened Man, Kisah Pemuda yang Hidup Kembali Setiap 3 Hari

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:23

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus ATR/BPN ke Muktamar NU

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Komisi II Didorong Bentuk Pansus untuk Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:19

Lionel Messi Pensiun dari Timnas Argentina, Ini Daftar Trofi dan Prestasinya

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:10

Kemenkop Buka Suara soal Mekanisme Pembayaran Gaji ASN Lewat Koperasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:02

8 Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat hingga Akhir 2026, Ada BSU hingga Beras 30 Kg

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:48

Mantan Kacab Jasindo Dipanggil KPK di Kasus Pencairan Komisi Fiktif PT Pelni

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:46

Deretan Pengusaha Rokok Kembali Diperiksa KPK di Kasus Bea Cukai

Kamis, 08 Oktober 2026 | 17:35

Selengkapnya