Berita

Personel militer Thailand/Net

Dunia

Thailand Tutup Sementara Perbatasan dengan Kamboja

SABTU, 07 JUNI 2025 | 22:54 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Situasi panas kembali menyelimuti kawasan perbatasan Thailand-Kamboja. Pemerintah Thailand memutuskan untuk menutup sementara dua titik perbatasan bagi wisatawan pada Sabtu, 7 Juni 2025.

Berdasarkan keterangan dari otoritas di Provinsi Chanthaburi, wilayah timur Thailand yang berbatasan langsung dengan Kamboja, penyeberangan di dua pos perbatasan resmi "ditangguhkan sementara".

Langkah penutupan tersebut diambil menyusul adanya ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan Thailand setelah insiden baku tembak yang menewaskan satu tentara Kamboja.


Belum ada kejelasan sampai kapan larangan melintas ini akan diberlakukan. Namun, pemerintah Thailand menegaskan bahwa aktivitas perdagangan tetap diperbolehkan. Para pekerja Kamboja juga masih diizinkan untuk memasuki wilayah Thailand seperti biasa.

Dalam pernyataan militer Thailand, bentrokan terbaru terjadi ketika pasukan Kamboja diduga melepaskan tembakan lebih dahulu di wilayah dekat Provinsi Ubon Ratchathani pada Rabu, 28 Mei 2025. 

Militer Thailand kemudian membalas serangan tersebut yang memicu kontak senjata selama sekitar 10 menit.

Menanggapi situasi tersebut, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertahanan Thailand, Phumtham Wechayachai, menyayangkan sikap keras kepala pihak Kamboja yang enggan menurunkan tensi militer.

“Sangat disesalkan Kamboja telah menolak usulan untuk menarik pasukan bersenjatanya dari lokasi berselisih," kata Phumtham dalam pernyataan resminya.

Sengketa perbatasan antara Thailand dan Kamboja telah berlangsung selama bertahun-tahun, terutama menyangkut wilayah kuil kuno Preah Vihear yang kaya nilai sejarah.

Pada 2013 lalu, Mahkamah Internasional (ICJ) telah memutuskan bahwa wilayah tersebut adalah bagian dari kedaulatan Kamboja. Namun, Thailand menyatakan tidak menerima yurisdiksi ICJ untuk saat ini.

Perselisihan antara dua negara Asia Tenggara ini pertama kali meletus pada 2008 dan menewaskan sedikitnya 28 orang. Meski demikian, Bangkok mengaku tetap berkomitmen menyelesaikan konflik tersebut secara damai.

“Thailand telah berkomitmen untuk menyelesaikan masalah perbatasan dengan Kamboja melalui upaya damai sesuai dengan hukum internasional dan perjanjian serta memorandum terkait," tulis pernyataan otoritas pertahanan.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya