Berita

Ilustrasi/Ist

Dunia

Ini Geng Kriminal Gaza Bersekongkol dengan Israel Gebuk Hamas

SABTU, 07 JUNI 2025 | 22:31 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pengakuan mengejutkan datang dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang secara terbuka menyatakan bahwa Tel Aviv telah mempersenjatai geng kriminal bersenjata di Jalur Gaza untuk melawan Hamas.

Dalam sebuah video yang diunggah melalui media sosialnya, Netanyahu menyebut langkah tersebut sebagai kebijakan yang tepat dan didasarkan pada rekomendasi intelijen keamanan Israel.

"Langkah tersebut merupakan 'hal yang baik' sesuai saran intelijen keamanan untuk melawan Hamas di Gaza," ujar Netanyahu sebagaimana dikutip dalam unggahan videonya.


Melansir laporan Al Jazeera, Sabtu 7 Juni 2025, seorang pejabat Israel yang berbicara kepada Associated Press mengungkapkan bahwa salah satu kelompok yang dipersenjatai adalah Popular Forces, sebuah milisi yang dipimpin oleh Yasser Abu Shahab dan berbasis di Rafah, Gaza selatan.

Geng Kriminal Berkedok Kelompok Milisi


Popular Forces atau Pasukan Populer sendiri merupakan kelompok bersenjata yang awalnya dikenal sebagai geng kriminal di Rafah. Kelompok ini diduga kuat bermula dari aktivitas ilegal dan berkembang menjadi faksi bersenjata yang terinspirasi oleh ideologi Salafi-jihadis.

Menurut laporan dari European Council on Foreign Relations (ECFR) dan media Arab Al-Araby Al-Jadeed, Popular Forces memiliki ratusan anggota yang sebagian besar berasal dari klan Abu Shabab, klan yang dikaitkan dengan kelompok teroris ISIS.

Milisi ini disebut terlibat dalam aktivitas penyelundupan senjata dan narkoba lintas perbatasan Gaza-Sinai, kawasan yang telah lama menjadi sarang kelompok afiliasi ISIS.

Bahkan, pada Mei 2025, kelompok ini dilaporkan mengganti nama dari "Unit Anti-Terorisme" menjadi "Popular Forces", diduga untuk menyamarkan afiliasi mereka yang sebenarnya.

Figur Abu Shahab: Antara Gembong Narkoba dan Milisi Bayaran

Yasser Abu Shahab sendiri dikenal sebagai sosok kontroversial. Ia berasal dari klan Badui Tarabin dan pernah dipenjara oleh Hamas karena keterlibatannya dalam kasus penyelundupan narkoba. 

Saudaranya bahkan dilaporkan tewas saat Hamas menggempur kelompok ini dalam sebuah operasi pembersihan terhadap konvoi bantuan yang diserang.

Dalam wawancara dengan The Washington Post pada November 2024, Abu Shahab tidak membantah bahwa anak buahnya menjarah bantuan kemanusiaan. Namun, ia mengklaim tidak mengambil barang-barang yang ditujukan untuk anak-anak.

Ia juga disebut telah dikeluarkan dari beberapa aliansi suku akibat tuduhan berkolaborasi dengan Israel dan keterlibatannya dalam pencurian bantuan kemanusiaan.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya