Berita

Anggota Komisi III DPR RI Hasbiallah Ilyas (paling kiri) di Walking Drums, Jalan Pati Unus, Jakarta Selatan pada Sabtu, 7 Juni 2025/RMOL

Politik

Legislator PKB Tolak Keras Wacana Legalisasi Kasino

SABTU, 07 JUNI 2025 | 18:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wacana pembukaan kasino di Indonesia ditolak Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB, Hasbiallah Ilyas. 

Ia menilai bahwa kondisi sosial dan ekonomi masyarakat saat ini belum siap untuk menerima kehadiran industri perjudian tersebut.

"Saya kurang sependapat kalau kita buka saat ini. Karena kondisi di Indonesia tidak memungkinkan itu," ujar Hasbiallah dalam diskusi publik yang diprakarsai Ikatan Wartawan Hukum (IWAKUM) bertajuk “Legalisasi Kasino di Indonesia: Antara Kepastian Hukum, Tantangan Sosial, dan Peluang Ekonomi”, di Walking Drums, Jalan Pati Unus, Jakarta Selatan pada Sabtu, 7 Juni 2025. 


Menurut Legislator PKB ini, masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat menjadi salah satu alasan utama penolakan legalisasi tersebut. 

Selain itu, Hasbiallah juga mengingatkan soal potensi intervensi asing terhadap lembaga-lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang dinilai belum sepenuhnya independen.

"LSM-nya, benar juga yang disampaikan Pak Prabowo, bisa dibeli asing. Ini termasuk. Jangankan LSM-nya, yang ngaku paling kuat Islamnya juga jangan-jangan bisa kebeli juga," ujarnya.

Ia juga menilai dampak sosial dari pembukaan kasino bisa mengganggu kerukunan masyarakat. Ia mengaku pernah terlibat dalam diskusi serupa saat masih menjabat di DPRD DKI Jakarta, terkait wacana membuka kasino di Kepulauan Seribu. Namun, ide itu menurutnya tetap berisiko tinggi.

"Yang main siapa? Enggak mungkin orang luar. Orang kita juga. Terus orang kita yang kaya berapa banyak? Rugi itu. Kalau hanya mengandalkan orang kita, menurut saya tidak akan menutup biaya operasional," jelasnya.

Di sisi lain, Hasbiallah juga meragukan manfaat ekonomi dari sisi penyerapan tenaga kerja. Apalagi, kata dia, kebanyakan masyarakat Indonesia hanya lulusan SD dan SMP. 

Ia menyimpulkan bahwa potensi mudarat dari wacana pembukaan kasino masih jauh lebih besar dibandingkan manfaatnya. 

"Masalahnya, kerusakan sosial itu di masyarakat lebih besar. perjudian ini bukan hanya berbicara soal konteks penduduk Islam. Ini sebagai dari partai yang berbasis NU, PKB, saya jelas tidak setuju dengan perjudian," pungkasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Golkar, Galih Kartasasmita, sempat melontarkan gagasan agar kasino dilegalkan di Indonesia. Menurutnya, sektor ini bisa menjadi sumber baru penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sekaligus menambah devisa.

Galih mengutip contoh negara Uni Emirat Arab yang menempatkan kasino di kawasan ekonomi khusus terpisah dari pemukiman penduduk setempat.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya