Berita

Mendikdasmen Prof Abdul Mu’ti/Ist

Nusantara

Perkuat Nilai Kebersamaan

Kemendikdasmen Tebar 108 Hewan Kurban ke Seluruh Pelosok Negeri

JUMAT, 06 JUNI 2025 | 17:39 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Baitut Thalibin (MBT) untuk pertama kalinya menyelenggarakan ibadah kurban pada tahun 2025 dengan tema “Kemendikdasmen Menebar Kurban untuk Negeri”.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa ibadah kurban merupakan bentuk penyucian diri dari sifat-sifat kebinatangan dan wujud kepedulian sosial.

“Menyembelih kurban merupakan wujud ketaatan kepada Allah dan kepedulian sosial untuk menyucikan jiwa dari sifat-sifat kebinatangan, seperti rakus, mau menang sendiri, memaksakan kehendak, menerabas aturan, egois, dan sifat-sifat tercela lainnya,” ujar Mu’ti dalam keterangan resminya, Jumat, 6 Juni 2025. 


Momen Idul Adha, kata Mu’ti, menjadi ajang untuk memperkuat solidaritas, kepedulian sosial, dan keteladanan institusi pemerintah terhadap masyarakat, khususnya komunitas pendidikan di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Ketua DKM MBT, Mariman Darto, menyebut bahwa Kemendikdasmen mendistribusikan sebanyak 108 ekor hewan kurban yang terdiri dari 82 ekor sapi dengan total bobot lebih dari 53,2 ton dan 26 ekor kambing dengan bobot 780 kilogram. Potensi daging segar yang dihasilkan mencapai sekitar 15,7 ton, yang dikemas dalam paket 1,5 kg dan dibagikan kepada 10.480 mustahik di 35 provinsi, dari Aceh hingga Papua. Sasaran utama penyaluran adalah masyarakat di lingkungan pendidikan dan mereka yang membutuhkan.

Mariman Darto, yang juga merupakan Staf Ahli Mendikdasmen, menambahkan bahwa sebagai kementerian yang mengusung visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua”, program tebar kurban ini merupakan bentuk komitmen Kemendikdasmen untuk tidak hanya melayani pendidikan, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan gotong royong.

Melalui momentum Idul Adha, Kemendikdasmen berharap program ini menjadi penguat nilai kebersamaan dan semangat berbagi sebagai wujud kepedulian pemerintah dalam menghadirkan keberkahan dan kebaikan yang merata di seluruh pelosok negeri.

Program Tebar Kurban untuk Negeri mendapat dukungan luas dari berbagai pimpinan wilayah Muhammadiyah yang turut menyalurkan hewan kurban kepada para mustahik.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat, Ahmad Dahlan, menilai kerja sama ini sebagai kolaborasi yang solid antara Kemendikdasmen dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) dan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK).

“Mekanisme melalui proses kolaborasi bersama BBPMP dan BGTK sangatlah menggambarkan kerja kolektif terpadu Kemendikdasmen, menselaraskan mutu berbasis efisiensi dan tepat sasaran. Tidak berlebihan menitipkan hewan kurban kepada Muhammadiyah karena bertalian dengan kenyataan Muhammadiyah terkait erat dengan pendidikan tingkat dasar dan menengah, yang harapannya tidak hanya kepada fakir miskin tetapi juga untuk keperluan mensukseskan program ketahanan pangan, yang bisa juga dimanfaatkan untuk program makan bergizi siswa,” jelas Ahmad Dahlan.

“Tentu kami bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Kemendikdasmen RI,” tambahnya.

Sejurus dengan itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Sukadiono, juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program kurban Kemendikdasmen.

“Kami merasa senang, karena ini bentuk kepeduliaan dari instansi pemerintah kepada masyarakat yang kurang beruntung meskipun penyalurannya melalui ormas Islam khususnya Muhammadiyah, insyaallah PWM Jatim akan menunaikan amanah itu dengan sasaran yang tepat dan memberi manfaat kepada saudara-saudara kita yang kurang beruntung,” ujarnya.

Sukadiono menilai program ini sangat baik secara kebijakan dan berharap kementerian lain dapat mengikuti langkah serupa. 

“Secara program kebijakan sangat bagus. Saya membayangkan kalau semua kementerian masing-masing bisa menyalurkan hewan kurban, akan sangat dahsyat untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, M Tafsir. “Program ini sangat bagus dan apresiatif dan agresif, kita dukung full,” katanya.

Sementara itu, Ketua Wilayah Muhammadiyah DIY, Ikhwan Ahada, menilai program Tebar Kurban untuk Negeri dari Kemendikdasmen sebagai inisiatif yang sederhana namun efektif. Menurutnya, penyaluran melalui mekanisme uang memberikan fleksibilitas lebih bagi PWM dalam menyesuaikan kondisi lokal terkait pengadaan hewan kurban.

Jika program ini dijadikan kegiatan rutin tahunan, ia berharap pemberitahuan dilakukan lebih awal untuk memungkinkan koordinasi optimal. 

“Ibadah kurban merupakan pengamalan agama secara langsung dan teladan kepada semua pihak, bahwa ketulusan, keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama harus terus diasah semakin tajam, hingga manusia terdidik hati nuraninya dan mampu menjadi teladan kebaikan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Ahada.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya