Berita

Petani Cilacap kini memanfaatkan teknologi pengering gabah bernama Pingky Rudal/Ist

Bisnis

Petani Cilacap Kini Lebih Modern Berkat Kolaborasi Anak Muda dan Pertamina

JUMAT, 06 JUNI 2025 | 15:09 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Petani di Desa Mernek, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah kini lebih modern berkat program Desa Energi Berdikari Pertamina.

Para petani yang sebelumnya bercocok tanam secara tradisional dan mengandalkan kondisi cuaca saat pengeringan gabah kini beralih ke teknologi pengering bertenaga hibrida elpiji Bright Gas dan energi surya bernama Pingky Rudal.

Pinky Rudal memiliki kapasitas 5 ton untuk 8 jam pengeringan dan terbukti mampu meningkatkan produksi tani dari 2,5 ton per hektare menjadi 4 ton per hektare.


"Kami sampai terpaksa menolak orderan jika musim hujan karena saking banyaknya kelompok tani lain yang ingin memanfaatkan Pinky Rudal," ujar salah satu petani Mernek, Suyitno.

Selain Pinky Rudal, petani kembali dikenalkan dengan teknologi tepat guna baru, yakni Adosistering, start up mahasiswa Telkom University yang mengusung alat irigasi berbasis Internet of Things (IoT).

Mereka mendemokan kemampuan inovasinya pada warga Desa Mernek, disaksikan Wakil Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya dan Asisten Deputi BUMN bidang TJSL, Edi Eko Cahyono pada acara Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Kamis, 5 Juni 2025 kemarin.

"Alat irigasi berbasis IoT ini mampu mengoptimalkan penggunaan air hingga 50 persen dan mengurangi penggunaan pupuk hingga 20 persen," jelas penggagas Adosistering, Dewi.

Perusahaan rintisan besutan program Pertamuda Pertamina ini sebelumnya telah menerapkan teknologi kepada petani di Desa Kedungbenda, Jawa Tengah. Mereka berhasil meningkatkan produksi tani hingga 30 persen.

“Sekarang kita menyaksikan banyak teknologi tepat guna, terutama dalam hal pertanian Cilacap. Saya sangat mengapresiasi inovasi teknologi tepat guna yang sudah diterapkan di masyarakat. Penerapan teknologi tepat guna ini, menjadi contoh untuk daerah-daerah lain," ujar Ammy.

Selain Adosistering dan Pinky Rudal, dipertunjukkan juga sederet teknologi tepat guna lainnya. Di antaranya kincir air tenaga hibrida surya yang diterapkan di Desa Lomanis, inovasi Fuel Terminal Pertamina Lomanis. Alat ini mampu menghemat biaya listrik hingga 2,3 juta per tahun dan meningkatkan produksi budidaya ikan sidat.

Sementara itu, warga Desa Kalijaran bersama Pertamina Refinery Unit IV Cilacap mengoperasikan teknologi pengairan terintegrasi bertenaga hibrida. Terdapat tujuh pompa irigasi PLTS dan PLTB, 8 kolam water reservoir, dan satu pompa air terintegrasi.

Teknologi ini mampu mengairi 15 hektare lahan, dan meningkatkan produksi tani hingga 2 kali lipat.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya