Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Bank Sentral Pangkas Suku Bunga, Bursa Eropa Menghijau

JUMAT, 06 JUNI 2025 | 07:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham Eropa mencatat keuntungan setelah Bank Sentral Eropa (ECB) memangkas suku bunga. Ini adalah yang kedelapan kalinya dalam setahun. 

ECB menurunkan biaya pinjaman sebesar 25 basis poin dan merevisi turun perkiraan inflasi untuk tahun 2025 dan 2026.

Meskipun pemangkasan suku bunga sebagian besar sudah diperhitungkan, revisi turun yang lebih tajam dari perkiraan terhadap prospek inflasi 2026 mengejutkan beberapa pelaku pasar. 


Presiden ECB Lagarde mengakui bahwa prospek inflasi masih lebih tidak pasti dari biasanya. Sentimen yang juga mendukung adalah berita tentang panggilan telepon antara Presiden AS Trump dan Presiden Tiongkok Xi, yang menunjukkan kemajuan dalam pembicaraan perdagangan.

Dikutip dari Reuters, indeks acuan STOXX 600 ditutup naik tipis 0,16 persen atau 0,86 poin menjadi 551,88 pada penutupan perdagangan Kamis 5 Juni 2025 atau Jumat dini hari WIB.

Indeks DAX juga menguat 0,19 persen atau 47,10 poin menjadi 24.323,58

Pesanan pabrik Jerman secara tak terduga naik pada bulan April, menentang ekspektasi penurunan. 

Kanselir baru Jerman, Friedrich Merz, dikabarkan akan mengadakan pembicaraan tatap muka pertamanya dengan Presiden AS Donald Trump di Washington.

Indeks FTSE 100 Inggris juga naik 0,11 persen atau 9,75 poin menjadi 8.811,04, 

Saham perusahaan fintech Inggris Wise melonjak 7,1 persen setelah melaporkan laba setahun penuh dan mengumumkan rencana untuk memindahkan pencatatan saham utamanya dari London ke New York, sebuah langkah yang menyoroti kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang daya tarik pasar modal Inggris. 

Berbeda dengan indeks lain, CAC Prancis melemah 0,18 persen atau 14,40 poin jadi 7.790,27.

Aktivitas konstruksi Prancis turun menjadi 43,1 pada bulan Mei dari 43,6 pada bulan April, menandai penurunan bulanan tajam lainnya dan memperpanjang kontraksi sektor ini menjadi tahun ketiga berturut-turut. 

Saham Pernod Ricard anjlok 4,26 persen. Saham Airbus Group juga merugi 2,22 persen.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya