Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam sesi doorstop usai peluncuran policy paper bertajuk "Tarif Dagang Trump dan Fragmentasi Politik Global", di Kantor DPP Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu sore, 4 Mei 2025/RMOL

Politik

AHY dan Demokrat Pilih Fokus Bantu Prabowo daripada Isu Pemakzulan Gibran

KAMIS, 05 JUNI 2025 | 02:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak tertarik dengan isu pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, meski hal ini tengah disorot banyak pihak usai dikemukakan oleh Forum Purnawirawan TNI.

Hal itu disampaikan AHY usai meluncurkan Policy Paper Badan Riset dan Inovasi Strategis (BRINS) Partai Demokrat bertajuk "Tarif Dagang Donald Trump dan Fragmentasi Politik Global", di Kantor DPP Partai Demokrat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Mei 2025.

"Enggak deh, saya enggak masuk komentar ke sana ya saya rasa," ujar putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.


Saat kembali ditanya oleh wartawan dalam kapasitasnya sebagai ketua umum partai, apakah ada sikap resmi dari kelembagaan partai mengenai isu pemakzulan Gibran, sosok yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu mengaku belum mengikuti perkembangan isu tersebut.

Ia bersama Partai Demokrat justru mengklaim sedang fokus membantu kerja-kerja pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Saya belum lihat, saya belum baca secara khusus sehingga saya tidak ingin komentar terlalu jauh ke sana. Yang jelas kami fokus untuk mengawal pemerintahan Pak Prabowo Subianto yang saya sendiri, termasuk teman-teman kader Demokrat juga tengah mengemban amanah di pemerintahan," katanya.

"Saya rasa kita fokus ke sana lah, supaya, ya kita kawal betul. Karena program-program, kebijakan-kebijakan yang harus diwujudkan juga pasti dinantikan oleh masyarakat luas," demikian AHY.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya