Berita

Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik/Ist

Nusantara

Pemuda Katolik Bumikan Pancasila Lewat Sosialisasi Deklarasi Jakarta-Vatikan

RABU, 04 JUNI 2025 | 17:53 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik, meminta agar pemerintah mendukung sosialisasi Deklarasi Jakarta-Vatikan yang dirasa dapat menguatkan instrumen nilai-nilai kebangsaan dan toleransi lintas iman, khususnya di kalangan generasi muda.

Hal itu menjadi topik diskusi bertema “Pancasila dan Deklarasi Jakarta-Vatikan: Meneguhkan Semangat Kebangsaan dan Dialog Lintas Iman” yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila di Sekretariat PP Pemuda Katolik, Jakarta Pusat pada Selasa malam, 3 Juni 2025.
 

Diskusi tersebut diisi beberapa pemateri, di antaranya Direktur Pengkajian Implementasi BPIP Dr. Irene Camelyn Sinaga, Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI RD Aloysius Budi Purnomo, jurnalis senior dan Dewan Pengawas LKBN Antara Mayong Suryo Laksono, serta aktivis muda dan kreator konten Ancilla Betaria Tirtana. 

Diskusi tersebut diisi beberapa pemateri, di antaranya Direktur Pengkajian Implementasi BPIP Dr. Irene Camelyn Sinaga, Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI RD Aloysius Budi Purnomo, jurnalis senior dan Dewan Pengawas LKBN Antara Mayong Suryo Laksono, serta aktivis muda dan kreator konten Ancilla Betaria Tirtana. 
“Kita ingin menyinergikan nilai-nilai Pancasila dengan semangat lintas iman yang tertuang dalam Deklarasi Jakarta-Vatikan,” kata Ketua Umum PP Pemuda Katolik, Stefanus Gusma dalam keteranganya Rabu, 4 Juni 2025.

Gusma yakin bila (BPIP) mendukung sosialisasi Deklarasi Jakarta-Vatikan yang sejalan dengan nilai Pancasila dapat membuat pesan-pesan kenegaraan semakin dimengerti oleh generasi muda.

"Walaupun Pancasila sudah menjadi dasar negara, implementasinya masih menghadapi tantangan. Kita masih menjumpai kasus-kasus sulitnya membangun tempat ibadah dan hambatan lainnya,” ujarnya.

Apalagi, deklarasi yang lahir dari pertemuan pemuda lintas agama dengan Paus Fransiskus di Vatikan telah jadi cerminan komitmen akar rumput terhadap perdamaian dan persaudaraan.

“Pemuda Katolik berharap deklarasi tersebut tidak hanya menjadi dokumen simbolis, tetapi juga diadopsi dalam kebijakan publik dan program pendidikan nilai kebangsaan, terutama di kalangan anak muda sebagai agen perdamaian dan penjaga keutuhan Indonesia,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Irene Camelyn Sinaga menekankan bahwa kekuatan Deklarasi Jakarta-Vatikan bukan hanya diisi dan pengakuannya secara simbolik.

Namun, juga pada asal-usulnya yang datang dari inisiatif generasi muda.

“Deklarasi ini lahir dari semangat akar rumput yang percaya bahwa keberagaman bukan penghalang, melainkan kekuatan. Deklarasi tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai Pancasila dan layak dijadikan gerakan kebangsaan yang hidup di tengah masyarakat,” kata Irene.

Senada dengan itu, Sekretaris Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI RD Aloysius Budi Purnomo juga menegaskan bahwa Pancasila merupakan bagian yang menyatu dengan kehidupan bangsa. Ditambah dengan Deklarasi Jakarta-Vatikan sebagai dokumen yang bersifat ekoteologis intereligius, mencakup seluruh agama dan kepercayaan, bukan hanya untuk katolik. 

“Kita sedang membentuk persaudaraan ekoteologis intereligius dalam menghidupi Pancasila dan deklarasi ini,” tambah Romo Budi.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

MTI: Saatnya Pilih Pemimpin karena Kualitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:29

Korupsi Kredit Perbankan Rp629,8 Miliar Proyek Apartemen Bekasi Diusut

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:18

Ketika Hukum Konstitusi Berhadapan dengan Realitas Pertahanan Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 02:01

Kesaktian Nusron Terbukti Lagi, KPK Dibuat Tak Bergigi

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:48

Masjid Apung An-Nur di Ancol jadi Landmark Baru di Pesisir Jakarta

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:20

Prabowo Pimpin Rapat Kabinet di Istana Bogor

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 01:07

KPK Jangan Gertak Sambal: Segera Jemput Paksa Nusron!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:35

Melampaui Efisiensi, Menemukan Peluang Baru

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:20

5 Jurnalis Hilang di Krakatau Dianugerahi Penghargaan Kemanusiaan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 00:02

Investor Jangan Gampang Panik soal Ancaman MSCI

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya