Berita

Ketua MLH PP Muhamadiyah Azrul Tanjung (ketiga dari kiri)/RMOL

Nusantara

Green Kurban, Agar Pemotongan Hewan jadi Lebih Ramah Lingkungan

RABU, 04 JUNI 2025 | 16:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan komitmennya dalam mendorong gerakan lingkungan berkelanjutan melalui berbagai program, termasuk inisiatif "Green Hajj" dan "Green Kurban".

Ketua MLH PP Muhammadiyah M. Azrul Tanjung mengatakan, selain Green Hajj, ada beberapa kegiatan lain. 

"Gerakan yang akan kita lakukan untuk Green Hajj. Tapi saya tambahkan dengan BPKH kita tidak hanya sebatas Green Hajj, kita juga sudah melakukan beberapa kegiatan di antaranya Kader Lingkungan, yaitu sudah ada di sekitar 10-12 provinsi. Saya ingin menyampaikan saja apa-apa yang sudah kita lakukan, misalnya ini tahun kedua untuk Green Kurban," jelasnya saat jumpa pers di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu 4 Juni 2025. 


Azrul menjelaskan bahwa pemotongan hewan kurban sering kali tidak ramah lingkungan, sehingga gerakan "Green Kurban" hadir untuk memperbaiki praktik tersebut. 

“Kenapa Green Kurban? Karena kita semua tahu bahwa pemotongan hewan kurban ini sangat tidak ramah lingkungan. Nah itu kita sudah mulai melakukan, tidak hanya dalam bentuk sosialisasi, tetapi kita juga mempraktekan. Misalnya di beberapa tempat kita sudah siapkan, di Jawa, di Sumatera, di Papua juga, kita sudah melakukan bagaimana memotong hewan secara green," katanya.

Lebih lanjut, Azrul menyoroti pentingnya gerakan "Green Hajj" yang memiliki dampak lingkungan sangat besar. 

“Green Hajj ini dampaknya sangat besar ya. Tidak hanya penggunaan sampah atau limbah atau botol, tapi juga penggunaan air dan banyak lagi. Nah, kami juga sudah melakukan sebuah kegiatan, memproduksi limbah plastik itu menjadi macam-macam. Limbah plastik itu menjadi tas, menjadi sajadah, menjadi peci dan lain sebagainya. Ini juga sebuah gerakan yang sudah kita lakukan," ujarnya.

Dalam rangka mendukung gerakan hijau tersebut, Azrul juga menekankan pentingnya membentuk kader lingkungan dari kalangan generasi muda.

“Nah kemudian yang tidak kalah penting kader lingkungan. Kita memang harus menghidupkan, menyemarakkan anak-anak muda untuk sadar lingkungan. Dan mereka sekalipun nanti menjadi duta lingkungan. Apa misalnya hal-hal yang sederhana," tambahnya.

Terkait pengurangan penggunaan plastik, Azrul menjelaskan bahwa langkah konkret telah dilakukan Muhammadiyah.

“Kita sudah memulai bagaimana ke depan untuk tidak lagi, atau bukan tidak, tapi memperkecil penggunaan barang-barang yang menggunakan plastik. Apakah itu minuman, kosmetik, makanan dan sebagainya. Nah memang tidak mungkin bisa kita hindari," jelasnya.

Azrul menambahkan, Muhammadiyah juga telah mempunyai 1 000 Reverse Vending Machine (RVM) untuk mengolah limbah plastik. Adapun, mesin pengolah sampah plastik itu bernama Plastic Pay. 

“Tetapi paling tidak Muhammadiyah sudah membuat sebuah mesin yang namanya Plastic Pay. Nah Plastic Pay itu juga sudah kita launching pada bulan Ramadhan. Nah Plastic Pay atau ATM sampah yang nanti bisa kita gunakan, limbahnya itu menjadi berbagai macam produk. Dan ini akan kita sebarkan di seluruh Indonesia," pungkasnya.

Turut hadir saat jumpa pers Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Harry Alexander dan Ketua PP Muhammadiyah Buya Anwar Abbas.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya