Berita

Presiden terpilih Korea Selatan, Lee Jae-myung dan istri/Net

Dunia

Lee Jae-myung Menang Pilpres Korsel, Janji Sembuhkan Perpecahan Nasional

RABU, 04 JUNI 2025 | 09:49 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Lee Jae-myung, kandidat dari Partai Demokrat yang mewakili kubu liberal, secara resmi memenangkan pemilihan presiden Korea Selatan, mengakhiri periode penuh gejolak politik yang dipicu oleh penerapan darurat militer oleh mantan Presiden konservatif Yoon Suk Yeol.

Kemenangan Lee diumumkan pada Rabu dini hari, 4 Juni 2025 menjadikannya presiden baru tanpa masa transisi, dan langsung memulai masa jabatan lima tahun.

Dengan 95 persen suara telah dihitung hingga pukul 02.40, Lee memimpin dengan 48,86 persen suara, mengalahkan kandidat konservatif Kim Moon Soo yang memperoleh 41,98 persen.


Jajak pendapat sebelumnya oleh tiga jaringan televisi utama yakni KBS, MBC, dan SBS memproyeksikan kemenangan Lee dengan 51,7 persen suara.

Kemenangan Lee disambut sorak sorai ribuan pendukungnya di pusat kota Seoul. Dalam pidato singkatnya, ia mengajak rakyat Korea untuk bersatu.

"Mari kita melangkah maju dengan harapan dan memulai yang baru mulai saat ini. Meskipun kita mungkin telah berselisih selama beberapa waktu, bahkan mereka yang tidak mendukung kita tetap merupakan warga negara Republik Korea," kata Lee, seperti dimuat Associated Press. 

Lee, yang dikenal dengan latar belakang sederhana dan retorika anti-kemapanan, berjanji untuk menjalankan "diplomasi pragmatis", menjaga keseimbangan antara memperkuat hubungan trilateral dengan AS dan Jepang serta membuka kemungkinan dialog dengan Korea Utara.

Dalam menghadapi kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump, yang baru-baru ini menaikkan tarif baja dan aluminium hingga 50 persen, Lee menyarankan pendekatan penuh kesabaran.

"Buru-buru dalam negosiasi justru bisa merugikan Korea Selatan," ujar Lee dalam pernyataan sebelumnya.

Chung Jin-young, mantan dekan Universitas Kyung Hee, memperkirakan pemerintahan Lee akan mengalami “gesekan ringan” dengan Washington, dibandingkan pendekatan lebih tunduk yang mungkin diambil oleh kubu konservatif.

"Pasar keuangan sangat sensitif. Langkah drastis tidak realistis," katanya.

Di dalam negeri, Lee mewarisi negara yang terpecah. Selama enam bulan terakhir, protes besar-besaran pecah, menyusul pemberlakuan darurat militer oleh Yoon dan pemecatannya oleh parlemen. 

Sumpah Lee untuk menyelidiki tindakan darurat militer Yoon memunculkan kekhawatiran akan pembalasan politik.

Sebelumnya, Kim Moon Soo telah mengakui kekalahan dan memberi selamat kepada Lee.

"Saya dengan rendah hati menerima pilihan rakyat," kata dia kepada wartawan.

Lee, mantan gubernur provinsi Gyeonggi dan wali kota Seongnam, adalah figur politik yang membelah opini publik. Bagi para pendukung, ia adalah simbol perubahan dan keadilan sosial; bagi pengkritiknya, seorang populis berbahaya.

Kini, sebagai presiden baru, ia menghadapi ujian besar: membuktikan bahwa ia mampu menyatukan bangsa, mengelola tekanan internasional, dan mendorong reformasi ekonomi tanpa memperdalam ketegangan politik.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya