Berita

Ilustrasi/RMOL via AI

Bisnis

Pasar Terjerat Kelesuan, Harga Emas Dunia Melorot

RABU, 04 JUNI 2025 | 09:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas dunia merosot hampir 1 persen setelah mencapai level tertinggi hampir empat pekan. Dolar Amerika Serikat (AS)  yang menguat menjadi salah satu faktor kejatuhan harga. 

Indeks Dolar (Indeks DXY) naik 0,5 persen dari level terendah, membuat emas yang dibanderol dalam greenback lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Dikutip dari Reuters, harga emas dunia di pasar spot turun 0,9 persen menjadi 3.352,30 Dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa 3 Juni 2025, atau Rabu dini harii WIB.


Di awal sesi Selasa, emas spot sempat mencapai level tertinggi sejak 8 Mei. 

Sementara, emas berjangka AS ditutup melemah 0,6 persen menjadi 3.377,10 Dolar AS per ons .

Analis mengatakan, saat ini pasar memasuki periode yang dikenal sebagai kelesuan musim panas.

"Jadi ada ekspektasi bahwa pasar emas bisa jatuh ke dalam sedikit kelesuan atau konsolidasi sideways," kata David Meger, Direktur High Ridge Futures.

Pasar juga berada dalam kondisi waspada menjelang kemungkinan percakapan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pekan ini 

Emas, yang merupakan aset safe haven selama masa ketidakpastian politik dan ekonomi, cenderung semakin berkilau dalam lingkungan suku bunga rendah. Logam kuning melambung sekitar 28 persen tahun ini.

Platinum naik 0,9 persen menjadi 1.073,14 Dolar AS per ons. Paladium melejit 2,1 persen menjadi 1.009,83 Dolar AS.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya