Berita

Pelaku premanisme di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, diamankan/RMOL

Nusantara

Pembubaran Ormas Bukan Solusi Tekan Aksi Premanisme

RABU, 04 JUNI 2025 | 08:46 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kemunculan aksi premanisme disinyalir merupakan produk dari kondisi ekonomi yang semakin sulit. Untuk itulah pemerintah didorong menbuka lapangan kerja seluas-luasnya jika serius ingin menghapus aksi premanisme.

Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI) 98, Willy Prakarsa mengatakan, pemutusan hubungan kerja (PHK)  yang terus meningkat di berbagai sektor industri telah menciptakan dampak sosial yang mengkhawatirkan.

“Ribuan pekerja yang kehilangan mata pencaharian terpaksa mencari cara untuk bertahan hidup. Bagi sebagian orang jalan yang tersedia adalah premanisme,” kata Willy kepada wartawan, Rabu 4 Juni 2025.


Willy mengusulkan agar pemerintah lebih mengutamakan rekonsiliasi nasional dan kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat untuk menekan tumbuhnya premanisme.

Menurut Willy, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuka lapangan kerja dan memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan yang layak.

Willy menekankan bahwa menghilangkan praktik premanisme bukan lewat pembubaran organisasi kemasyarakatan (ormas) atau tindakan represif terhadap kelompok tertentu, melainkan penciptaan peluang usaha dan akses ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. 

“Tanpa adanya kebijakan yang berfokus pada penciptaan lapangan kerja dan kemudahan rekrutmen tenaga kerja, angka pengangguran akan terus meningkat. Ini mendorong lebih banyak orang ke dalam lingkaran premanisme,” demikian Willy.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya