Berita

Ilustrasi ibadah haji/Ist

Publika

Mitos Belum Dipanggil

RABU, 04 JUNI 2025 | 08:04 WIB | OLEH: AHMADIE THAHA

ADA satu frase yang sepertinya diciptakan bukan oleh ulama, bukan pula oleh ahli tafsir, tapi oleh kelompok yang suka menunda nasib baik nasional: “Saya belum dipanggil Allah untuk haji.” Frase ini terdengar syar’i, menyentuh, bahkan bisa membuat menantu menangis haru. 

Tapi mari kita kupas dengan kaca pembesar yang reflektif dan konstruktif.

Berhaji, menurut syariat (???? ?????), adalah bentuk penghambaan kepada Allah melalui serangkaian ibadah tertentu, di waktu tertentu, di tempat tertentu, dari orang tertentu, dengan cara tertentu. Artinya: ini ibadah yang sangat spesifik dan teknis. 


Ibadah haji tidak bisa dilakukan di tempat lain (misal: “niatnya haji, tapi ke Gunung Kerinci dulu aja, biar warming up”). Dan haji tidak bisa dilakukan sembarang waktu (walaupun tanggal tua kadang juga membuat suasana terasa seperti Arafah).

Allah SWT berfirman secara gamblang dalam al-Qur'an surah Ali ‘Imran ayat 97:
> "Dan (diwajibkan) kepada manusia untuk (melaksanakan) haji ke Baitullah, bagi siapa yang mampu mengadakan perjalanan ke sana."

Kata “mampu” di sini bukan berarti menunggu firasat atau mimpi. Tapi benar-benar: mampu secara finansial, fisik, keamanan, dan teknis administratif. 

Kalau Anda sanggup beli motor cash, langganan kopi artisan mingguan, dan liburan ke Bali tiap Lebaran, maka besar kemungkinan Anda juga mampu membuka tabungan haji. Lalu pergi haji. Yakin deh, Anda pasti mampu, dan bisa.

Mari kita luruskan satu mitos besar: “Belum dipanggil.” Yang benar, panggilan itu bukan berupa bisikan di malam Jumat atau suara gaib dari Ka'bah. Panggilan itu sudah tertulis terang di ayat al-Qur'an dan difirmankan Allah sejak lebih dari 1400 tahun yang lalu. 

Bahkan Nabi Saw bersabda dalam hadits riwayat Muslim:
> "Wahai manusia, sesungguhnya Allah telah mewajibkan atas kalian haji, maka berhajilah kalian."

Jadi kalau Anda menunggu "dipanggil," itu ibarat menunggu undangan pernikahan padahal sudah dijodohkan, sudah ada tanggal, tinggal beli baju. Bahkan lebih dari itu -- sudah ada sistem online, kuota nasional, dan kounter bank syariah di seberang kantor kecamatan.

Betul bahwa di Indonesia, daftar tunggu haji bukan main-main. Rata-rata mencapai 20 tahun. Artinya, jika Anda mendaftar usia 30, mungkin baru bisa berangkat saat punggung mulai nyeri dan lutut minta pensiun. 

Kalau Anda menunggu “waktu yang pas”, maka Anda harus sadar bahwa waktu yang pas itu kemarin. Jadi, mari kita ganti narasi:
> Dulu: “Saya belum dipanggil.”
> Sekarang: “Saya belum ke bank.”

Cukup datang ke kounter bank syariah, buka rekening haji, setor semampunya. Atau, minimal Rp25 juta jika Anda mendaftar untuk langsung mendapatkan nomor antrean reguler, lalu sisihkan dana secara rutin untuk menabung per bulan. 

Ini bukan hanya soal finansial, tapi juga soal mental: apakah kita siap menomorsatukan haji, salah satu kewajiban bagi setiap kita ini? Ataukah kita lebih siap memesan tiket konser Coldplay dan Tiket Masuk Museum Ghibli daripada masuk ke daftar haji?

Menurut kitab Fiqh al-Hajj, orang yang sudah mampu berhaji tetapi menunda-nunda tanpa alasan yang sah, sebenarnya sedang bermain api. Mayoritas ulama berpendapat bahwa haji adalah kewajiban fauriyyah, artinya harus segera dilakukan begitu mampu.

Dan jika seseorang menunda-nunda dengan dalih "nanti saja," maka ia tidak kafir (kecuali mengingkari kewajiban haji), tapi tetap berada dalam bahaya besar. Mengapa? Karena hidup itu tidak bisa dijadwalkan ulang seperti meeting Zoom

Bisa jadi hari ini kita sehat, namun tiba-tiba esok divonis diabetes dan kolesterol level bos final Ragnarok. Bisa jadi hari ini kita punya tabungan, esok ludes karena anak salah beli NFT.

Allah berfirman dalam Qs Al-Baqarah: 148:
> "Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan."

Lomba ini bukan lomba lari karung. Tapi lomba menyambut panggilan Tuhan, bukan panggilan diskon Tokopedia.

Mari kita akui dengan jujur: sebagian dari kita menggunakan “belum dipanggil” sebagai dalih spiritual yang terlihat khusyuk, namun dalam hati sedang delay keberangkatan. Padahal, seperti halnya salat, zakat, dan puasa, haji itu ibadah yang perlu disiapkan, bukan ditunggu-tunggu.

Tentu, ada banyak orang yang memang belum mampu. Maka berdoa dan menabung adalah bagian dari ikhtiar. Tapi bagi yang sudah mampu, yuk kita jujur: apakah belum dipanggil, atau belum ke bank?

Karena pada akhirnya, Allah tak butuh kita berhaji. Tapi kita yang butuh menunaikan haji untuk menyucikan jiwa, menyempurnakan Islam kita, dan -- siapa tahu --menyadari bahwa panggilan-Nya ternyata sudah lama datang. Hanya saja kita yang terlalu sibuk mencari-cari alasan.

'Ala kulli hal, artikel ini ditulis dengan penuh cinta dan kepedulian, bukan untuk menghakimi, tapi untuk membangunkan. Sebab, kadang iman butuh dicolek, bukan hanya ditimang-timang.


Penulis adalah Wartawan Senior dan Pengasuh Ma’had Tahfidz Quran

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Ditunggu Sayembara Mencari Silfester Matutina

Senin, 07 September 2026 | 02:30

TK-SD-SMP di Kota Bogor Berlakukan PJJ

Senin, 07 September 2026 | 02:03

Ujian KPK terkait Paulus Tannos: Jangan cuma Nangkap, tapi Kembalikan Aset

Senin, 07 September 2026 | 01:40

Water Mist Disemprot di Jalanan Jakarta Gegara Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 01:15

Dedi Mulyadi Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 | 01:01

Dalam Tiga Hari, Hampir 2.000 Orang Keracunan MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:44

Fahira Idris Sodorkan Enam Rekomendasi untuk MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:16

Pemadam Semprot Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 00:03

GMNI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie, Ini Sebabnya

Minggu, 06 September 2026 | 23:52

Likuiditas Bank Masih Terjaga

Minggu, 06 September 2026 | 23:40

Selengkapnya