Berita

Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD/Repro

Politik

Mahfud MD: Patut Diduga Keras Budi Arie Terlibat Judol, Bukan Fitnah!

RABU, 04 JUNI 2025 | 06:36 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, menjadi salah satu sosok yang disasar para pendukung mantan Menkominfo Budi Arie Setiadi yang terseret kasus judi online. Bahkan Mahfud disebut telah menyebar fitnah.

Namun demikian, Mahfud tetap santai. Ia menegaskan dirinya tidak pernah menyebar fitnah. Karena dugaan Budi Arie terlibat dalam judol hingga mendapatkan bagian 50 persen adalah fakta yang muncul di persidangan. Bukan karangan dirinya.

"Sebenarnya Budi Arie sudah diperiksa di Polri, cuma tidak dimunculkan sebagai tersangka. Tapi bahwa ia patut diduga keras (Budi Arie) ikut terlibat di dalam judol, ini enggak bisa dibantah, bukan fitnah," ucap Mahfud melalui podcast "Terus Terang" di kanal YouTube pribadinya, Selasa 3 Juni 2025.


"Kalau Budi Arie disebut mendapat bagian 50 persen itu kan bukan fitnah, hasil pemeriksaan, bukan fitnah. Lalu dari situ orang patut menduga 'lho kok tidak masuk tersangka', begitu kan," sambungnya.

Mahfud pun menilai Jaksa sengaja menyebut itu di persidangan. Sebab di berita acara ada nama Budi Arie, sehingga dimunculkan. 

"Dan itu bukan fitnah," tegasnya.

Lebih lanjut, Mahfud menyorot pernyataan Dirjen Kemkominfo saat diperiksa di persidangan, yang menyebut bahwa pengangkatan Adi Kismanto sebagai ahli di Kemkominfo adalah atas permintaan Budi Arie. Padahal, panitia sudah bilang kalau Adi tidak memenuhi syarat dan hanya lulusan SMA. Tapi Budi Arie tetap memaksa Adi diangkat sebagai pegawai.

Tak hanya itu, dipaparkan Mahfud, Budi Arie juga minta Adi digaji pula lebih tinggi dari aturan, yaitu Rp17 juta. Sementara PNS yang lulusan SMA saja itu gajinya tidak sampai Rp4 juta. Sehingga, kemudian Rp10 juta diambil dari dana operasional Dirjen, karena tidak boleh mengambil dari APBN, jelas Mahfud.

"Masa ini mau dibilang fitnah? Kalau ini dikatakan fitnah, semua dong fitnah, semua memberitakan itu. Semua di sini ingin mengejar kebenaran. Sebab itu saya berpendapat, ini segera dikejar, agar menjadi pembelajaran terhadap kita," tegasnya. 

Pemaksaan Adi sebagai ahli di Kemkominfo inilah yang memperkuat dugaan Mahfud bahwa Budi Arie terlibat dalam judi online. 

"Nah ini yang harus dikejar. Karena memang enggak mungkin orang ngangkat orang bodoh, enggak memenuhi syarat, dan dipaksakan, kalau tidak ada apa-apanya," pungkasnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

KPK Amankan "Surat Tekanan" dari Rumah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Kamis, 16 April 2026 | 18:15

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kasus Penyiraman Andrie Yunus Masuk Sidang Terbuka Akhir April

Kamis, 16 April 2026 | 18:09

Emil Dardak Prihatin Tiga Kepala Daerah Jatim Kena OTT KPK

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Pimpinan Ombudsman: Kasus Hery Susanto Terjadi Sebelum Menjabat

Kamis, 16 April 2026 | 18:00

Erick Thohir Bawa Kemenpora Tembus Top 5 Kementerian Kinerja Terbaik

Kamis, 16 April 2026 | 17:40

Puspen TNI Pastikan Sidang Kasus Andrie Yunus Terbuka

Kamis, 16 April 2026 | 17:37

BNPB Catat 23 Bencana dalam Dua Hari

Kamis, 16 April 2026 | 17:28

Fokus pada Inovasi dan Kesejahteraan, Bupati Mimika Raih KWP Award 2026

Kamis, 16 April 2026 | 17:22

Sudewo Ngaku Kangen Warga Pati

Kamis, 16 April 2026 | 17:17

Selengkapnya