Berita

Diskusi Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia/Ist

Politik

Dedi Mulyadi Tiru Politik Populisme Jokowi

SELASA, 03 JUNI 2025 | 13:29 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Di tengah transformasi besar dalam lanskap politik Indonesia, reformulasi etika komunikasi politik menjadi urgensi yang tak terhindarkan. 

Era politik baru yang ditandai oleh digitalisasi masif serta pergeseran perilaku pemilih menuntut para aktor politik untuk tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga beretika dalam menyampaikan pesan.

Pengamat politik Ray Rangkuti mengatakan, komunikasi politik di era digital dianggap menguntung banyak politis. Salah satunya dengan bertindak populer dan populis. 


"Populisme politik mulai menjelma jadi laku politisi, saat ini. Setelah Jokowi mengenalkan populisme dan memang sukses, kini, Prabowo melanjutkannya. Di beberapa daerah gejala yang sama pun terjadi. Sebut saja populisme ala Kang Dedi Mulyadi,” kata Ray dalam diskusi Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia (UI), dikutip Selasa 3 Juni 2025.

Ray juga menggarisbawahi bahwa sekalipun dunia algoritma telah mengubah lanskap komunikasi politik, tetapi komunikasi politisi Indonesia masih di dalam taraf popularitas, bukan subtansi. 

"Dalam bahasa lain, politik populisme punya kecenderungan yang kuat mengabaikan pembangunan dan penguatan institusionalisasi demokrasi. Komunikasi politik populis hanya bersifat sementara, bombastisitas, dan kulit luar saja,” tambahnya.

Wakil Ketua Himpaskom UI M. Rizky Nugraha mengatakan, diskusi ini menjadi penting sebab banyak pejabat yang tidak mengutamakan etika dalam berkomunikasi politik.

"Kami belajar bagaimana etika komunikasi politik di kampus. namun sayang banyak pejabat publik yang kurang beretika dalam berkomunikasi politik. Semata-mata apa yang dilakukan hanya demi mengejar views, klik, dan viralitas, tanpa ada esensi untuk masyarakat," pungkasnya.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Buya Anwar: Kasus Korupsi Bisa Picu Krisis Kepercayaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:18

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Jakarta Basaria Martha Raih Penghargaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 06:02

Ini Jadwal Lengkap Rencana Perjalanan Haji 2027

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:45

Seragam Tak Mengubah Hukum

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:34

Cek Kesehatan Gratis Kini Lebih Mudah Diakses

Rabu, 21 Oktober 2026 | 05:19

Polda Banten: KMP Batumandi Angkut 420 Penumpang dan 89 Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:59

Pembangunan KNMP Sima-Wabu Libatkan Warga Lokal

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:46

Korban Indosurya Berjuang Mencari Keadilan sejak 2020

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:13

Pramono Dorong Film Nasional Tembus Pasar ASEAN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 04:02

Galeri 24 Sabet Top 2 Kategori Retail dan Top 28 BUMN

Rabu, 21 Oktober 2026 | 03:32

Selengkapnya