Berita

Ilustrasi/RMOL

Dunia

Trump Geram Disebut Pernah Gagal Masuk Harvard

SELASA, 03 JUNI 2025 | 13:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah keras klaim bahwa dirinya pernah gagal masuk Universitas Harvard.

Pernyataan itu muncul sebagai respons atas komentar dari jurnalis Michael Wolff, yang menyebut kegagalan tersebut menjadi akar dari ketegangan lama antara Trump dan institusi Ivy League itu.

Lewat unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut klaim Wolff sepenuhnya salah dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mendaftarkan diri ke Harvard.


"Michael Wolff, seorang Reporter Kelas Tiga, yang ditertawakan bahkan oleh bajingan Berita Palsu, baru-baru ini menyatakan bahwa satu-satunya alasan saya mengecam Harvard adalah karena saya mendaftar di sana dan tidak diterima. Cerita itu sepenuhnya SALAH, saya tidak pernah mendaftar ke Harvard," tulis Trump, seperti dimuat Independent pada Selasa, 3 Juni 2025.

Presiden AS itu kemudian menyerang balik reputasi Wolff, dengan menyebut buku karyanya tidak laku.

"Saya lulus dari Wharton School of Finance di University of Pennsylvania. (Wolff) marah karena bukunya tentang saya benar-benar 'BOMB'. Tidak ada yang menginginkannya, karena pelaporan dan reputasinya sangat buruk!" lanjutnya.

Michael Wolff, penulis buku laris Fire & Fury yang terkenal karena pandangannya yang tajam terhadap pemerintahan Trump, sebelumnya menyampaikan komentarnya dalam sebuah episode The Daily Beast Podcast.

Ia mengklaim bahwa ketegangan antara Trump dan Harvard bermula dari penolakan kampus tersebut terhadap Trump di tahun 1964.

"Namun hal lainnya adalah, omong-omong, dia tidak diterima di Harvard. Jadi salah satu hal yang Trump lakukan adalah selalu menyimpan dendam terhadap Ivy League," kata Wolff.

Namun hingga saat ini, tidak ada bukti publik yang mendukung klaim bahwa Trump pernah mendaftar ke Harvard. Tidak ditemukan catatan resmi atau pribadi terkait aplikasi masuk Trump ke universitas tersebut pada era 1960-an.

Ketegangan Trump dengan Harvard meningkat dalam beberapa minggu terakhir. Pemerintahannya disebut-sebut telah membekukan dana federal sebesar 2,2 miliar dolar AS dan menangguhkan izin Harvard untuk menerima mahasiswa internasional.

Langkah ini diambil setelah universitas tersebut dituding gagal menindaklanjuti laporan antisemitisme dan tidak menyerahkan daftar mahasiswa asing sesuai permintaan pejabat federal.

Meskipun alasan kebijakan ini belum dikonfirmasi secara resmi sebagai pembalasan pribadi, sejumlah pihak melihatnya berkaitan erat dengan narasi lama mengenai hubungan dingin antara Trump dan institusi elite di AS, termasuk Harvard.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya