Berita

Ilustrasi/RMOL

Politik

Muktamar PPP Harus Menjadi Gerbang Pencerahan Menuju Pemilu 2029

SENIN, 02 JUNI 2025 | 21:22 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang rencananya akan digelar pada Agustus atau September 2025 harus menjadi gerbang perbaikan organisasi.

Perbaikan itu, dikatakan Sekretaris DPC PPP Jakarta Barat Syswanto, mengingat cerita miris pada Pemilu 2024 di mana PPP gagal lolos ke DPR.

"Muktamar adalah gerbang PPP untuk mencerahkan dan menjalankan programnya menghadapi Pemilu 2029 nanti, biar bisa merebut kursi-kursi yang yang hilang di 2024," kata Syswanto kepada wartawan, Senin 2 Juni 2025.


Pada Pemilu 2024, kata dia, PPP yang dipimpin oleh Plt Ketua Umum Muhamad Mardiono, cukup menjanjikan dan banyak terobosan dalam melakukan konsolidasi. 

"Namun apa hendak di kata, PPP sedang diuji akibat rekam jejak 2019, partai yang dijauhi umat dengan ketua umum Romahurmuziy dengan kasusnya yang menggemparkan peta politik nasional," tuturnya.

Menurut dia, masyarakat masih sangat malu pada PPP di 2019 hingga efeknya PPP tidak mampu mencapai parliamentary threshold di Pemilu 2024.

Seiring berjalannya waktu menuju Muktamar 2025, nama Romahurmuziy atau karib disapa Rommy kembali muncul. Dia kencang membangun narasi calon ketua umum PPP, salah satunya Andi Amran Sulaiman yang kini menjabat Menteri Pertanian.

Syswanto pun mengingat Rommy, untuk bisa menahan diri dan membiarkan dinamika berjalan natural sesuai kehendak kader-kader PPP.

"Sebagai kader dan fungsionaris partai, saya mengatakan agar mantan ketua umum PPP Mas Rommy, untuk bisa menahan diri bercawe-cawe ria," katanya.

Apapun yang dinarasikan Rommy, katanya, tetap tidak didengar oleh sebagian besar warga PPP karena rekam jejak 2019 masih melekat dalam ingatan.

"Maka biarkan semua jajaran DPP, DPW, dan DPC menentukan pimpinan yang terbaik untuk pemantapan strategi 2029 di arena muktamar," pungkasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya