Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

China Dituding Makin Gencar Mata-matai Industri Semikonduktor Belanda

SENIN, 02 JUNI 2025 | 13:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Belanda menuding China semakin aktif melakukan aksi mata-mata terhadap negaranya, terutama di sektor industri semikonduktor.

Tudingan ini disampaikan langsung Menteri Pertahanan Belanda, Ruben Brekelmans, dalam wawancara saat menghadiri pertemuan keamanan Dialog Shangri-La di Singapura akhir pekan lalu.

"Industri semikonduktor adalah salah satu keunggulan teknologi kami. Jadi tidak heran jika China tertarik mendapatkan informasi dan kekayaan intelektual dari sektor ini," kata Brekelmans, dikutip dari Reuters pada Senin, 2 Juni 2025.


Pernyataan ini sejalan dengan laporan tahunan badan intelijen militer Belanda pada April tahun lalu, yang menyebut bahwa mata-mata China telah menyasar sektor semikonduktor, dirgantara, dan maritim Belanda demi memperkuat kekuatan militer mereka.

Saat ditanya apakah aksi mata-mata itu masih berlangsung, Brekelmans menjawab, "Masih berlanjut. Dalam laporan intelijen terbaru kami, dinyatakan bahwa ancaman siber terbesar saat ini berasal dari China. Kami juga melihat sebagian besar aktivitas dunia maya yang mencurigakan datang dari sana."

"Itu sudah terjadi sejak tahun lalu, dan masih terus berlangsung hingga sekarang. Kami melihat intensitasnya justru meningkat," ujarnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya