Berita

Ilustrasi/RMOL via AI

Bisnis

Permintaan Turun, Aktivitas Manufaktur Asia Sepanjang Mei Menyusut

SENIN, 02 JUNI 2025 | 10:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aktivitas pabrik di Asia yang dulu tumbuh pesat, menurun pada Mei tahun ini karena melemahnya permintaan di China.  

Penurunan ini juga imbas dari tarif Amerika Serikat (AS) yang berdampak besar pada banyak perusahaan. 

Jepang dan Korea Selatan yang bergantung pada perdagangan, terus mengalami kontraksi aktivitas manufaktur sepanjang Mei karena tarif mobil Presiden AS Donald Trump mengaburkan prospek ekspor.


Analis mengatakan, Asia membuat sedikit kemajuan dalam negosiasi perdagangan dengan AS. Hal ini kemungkinan akan menghalangi perusahaan untuk meningkatkan produksi atau pengeluaran.

"Sulit untuk mengharapkan peningkatan aktivitas manufaktur Asia dalam waktu dekat dengan negara-negara di kawasan tersebut yang dikenai tarif 'timbal balik' yang cukup tinggi," kata Toru Nishihama, kepala ekonom pasar berkembang di Dai-ichi Life Research Institute, dikutip dari Reuters, Senin 2 Juni 2025.

"Dengan permintaan domestik yang lemah, China membanjiri Asia dengan ekspor murah, yang juga memberikan tekanan deflasi pada ekonomi kawasan tersebut," katanya.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Bank au Jibun Jepang terakhir berada di angka 49,4 pada Mei, naik dari April tetapi tetap di bawah garis 50,0 yang menunjukkan kontraksi untuk bulan ke-11 berturut-turut.

PMI untuk Korea Selatan, ekonomi terbesar keempat di Asia, berada di angka 47,7 pada bulan Mei, juga tetap di bawah angka 50 untuk bulan keempat karena permintaan yang lemah dan pukulan dari tarif AS, menurut survei oleh S&P Global.

Jepang dan AS telah sepakat untuk mengadakan putaran pembicaraan perdagangan lainnya menjelang pertemuan puncak G7 mendatang. Namun, negosiator utama Jepang mengatakan sampai saat ini tidak ada kesepakatan yang akan dicapai tanpa konsesi pada semua tarif AS, termasuk pada mobil.

Negara Asia lainnya seperti Vietnam, Indonesia, dan Taiwan, juga mengalami kontraksi aktivitas pabrik pada bulan Mei.


Populer

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

ICMI Terima Wakaf 2 Ribu Mushaf Al-Qur'an

Minggu, 22 Februari 2026 | 00:10

Tantangan Direksi Baru BPJS Kesehatan Tak Ringan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:43

Polri di Bawah Presiden Sudah Paten dan Tidak Ada Perdebatan

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

AKBP Catur cuma Sepekan Jabat Plh Kapolres Bima Kota

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:28

Palu Emas Paman

Sabtu, 21 Februari 2026 | 23:01

BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:56

BI-Kemenkeu Sepakati Pengalihan Utang Tahun Ini, Nilainya Rp173,4 Triliun

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:40

Teror Ketua BEM UGM, Komisi III Dorong Laporan Resmi ke Aparat

Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:14

PB IKA PMII Pimpinan Fathan Subchi Pastikan Kepengurusan Sah Secara Hukum

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:37

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah

Sabtu, 21 Februari 2026 | 21:03

Selengkapnya