Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Gejolak Politik Global Meningkat, Harga Minyak Tembus 64 Dolar

SENIN, 02 JUNI 2025 | 10:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali meningkat setelah munculnya ketegangan geopolitik yang memanas selama akhir pekan. 

Dikutip dari Bloomberg, Senin 2 Juni 2035, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus naik 2,1 persen menjadi 64,09 Dolar AS per barel, setelah sebelumnya turun 2,2 persen minggu lalu. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran 62 Dolar AS per barel.

Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh beberapa peristiwa besar di dunia, termasuk serangan Ukraina terhadap pangkalan udara di Rusia serta kecaman Iran atas laporan yang menyebutkan adanya peningkatan stok uranium yang diperkaya. Pernyataan Presiden Donald Trump akan menaikkan tarif impor baja dan aluminium, juga ikut mendongkrak harga.


Faktor lainnya yang turut memengaruhi adalah keputusan OPEC+ untuk menambah pasokan minyak sebesar 411.000 barel per hari pada bulan Juli. Keputusan ini sejalan dengan peningkatan produksi pada bulan Mei dan Juni, dan sesuai dengan perkiraan pasar. Namun, ini bertentangan dengan laporan sebelumnya yang menyebutkan bahwa kelompok tersebut mungkin akan menaikkan pasokan dalam jumlah lebih besar.

Menurut sejumlah pejabat OPEC+, kenaikan kuota produksi ini mencerminkan keinginan Arab Saudi untuk memberi tekanan kepada negara-negara anggota yang memproduksi melebihi batas, seperti Kazakhstan dan Irak. Namun, tidak semua negara anggota sepakat. Rusia, Aljazair, dan Oman, misalnya, justru menginginkan adanya jeda dalam kenaikan produksi. 

OPEC+ dijadwalkan akan kembali menggelar pertemuan pada 6 Juli mendatang untuk membahas level produksi pada bulan Agustus.

Robert Rennie, Kepala Riset Komoditas dan Karbon di Westpac Banking Corp. di Sydney, mengatakan bahwa harga Brent kemungkinan besar akan tetap stabil di kisaran 60 hingga 65 Dolar AS selama musim panas. 

"Kita mungkin melihat tanda-tanda bahwa laju peningkatan dapat melambat dalam beberapa bulan mendatang karena beberapa anggota menginginkan jeda dalam kenaikan kuota," ujarnya.

Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Relawan Gigit Jari Gegara Jokowi Batal Wantimpres

Senin, 09 Februari 2026 | 02:01

UPDATE

Ini Alasan APKLI Minta Gubernur Pramono Tunda Pergub KTR

Selasa, 17 Februari 2026 | 00:05

Warga Serbu Jakarta Light Festival di Kawasan Kota Tua

Senin, 16 Februari 2026 | 23:54

DJP Perlu Kerja Ekstra Kejar Target Penerimaan Pajak 2026

Senin, 16 Februari 2026 | 23:40

Rocky Gerung Singgung Tukang Kayu jadi Tahanan hingga ‘Tut Wuri Malsuin Ijazah’

Senin, 16 Februari 2026 | 23:23

Harmoni Miniatur Indonesia jadi Kunci Produktivitas PTPN IV Palmco

Senin, 16 Februari 2026 | 22:50

Komisi IV Beri Perhatian Khusus pada Inflasi dan Penguatan UMKM

Senin, 16 Februari 2026 | 22:41

Perusahaan Swedia Tunjuk Putra Batak untuk Minta Keadilan

Senin, 16 Februari 2026 | 22:38

Kapasitas Jokowi Dinilai Gagal Memanggul Idealisme Rakyat

Senin, 16 Februari 2026 | 22:22

Pemprov-Perbakin DKI Berencana Bangun Lapangan Tembak Permanen

Senin, 16 Februari 2026 | 22:18

Pajak Pedagang Olshop Segera Berlaku, DJP Tunggu Restu Purbaya

Senin, 16 Februari 2026 | 21:52

Selengkapnya