Berita

Presiden Prabowo Subianto menyapa Haji Isam saat meninjau proyek cetak sawah satu juta hektare/Ist

Politik

Lawan Naga, Haji Isam Perlu Kendaraan Politik

MINGGU, 01 JUNI 2025 | 10:39 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam diyakini harus memiliki kendaraan politik karena dianggap sebagai "Garuda" oleh pesaingnya "Naga-naga". Salah satunya dengan mendukung Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menjadi calon ketua umum (Caketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto merespons digadang-gadangkannya Amran Sulaiman menjadi caketum PPP dengan dukungan Haji Isam.

"Wajar Amran Sulaiman digadang untuk mencalonkan Ketum PPP, karena Haji Isam harus memiliki kendaraan politik agar tidak dianggap bermain aman. Haji Isam salah satu yang dianggap Garuda yang diincar oleh pesaingnya Naga-naga," kata Hari kepada RMOL, Minggu 1 Juni 2025.


Apalagi, kata Hari, Haji Isam memiliki program pangan yang semakin meluas yang sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto.

"Membangun partai perlu pembiayaan besar dan PPP saat ini membutuhkan figur ketum yang mampu menghidupkan PPP seperti era 80-an dan 90-an," pungkas Hari.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya