Berita

Riady Foundation Alokasikan Rp 500 Miliar untuk Transformasi 10 Juta Siswa Melalui Fondasi AI-STEM/Net

Bisnis

Bangun Generasi Cerdas Melalui Pendidikan STEM, Segini Biaya yang Digelontorkan

JUMAT, 30 MEI 2025 | 17:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Riady Foundation meluncurkan Gerakan STEM Indonesia Cerdas 2025–2027. 

Program ini diluncurkan dengan dukungan pendanaan sebesar Rp500 miliar, dan mulai di implementasikan pada kuartal ketiga tahun 2025. 

Gerakan ini bertujuan memperkuat fondasi pendidikan di bidang STEM yaitu Science, Technology, Engineering, Mathematics, secara menyeluruh dan kontekstual sejak pendidikan dasar.


Pelaksanaan program ini juga bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi Sainstek, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta lebih dari 500 satuan pendidikan perintis di seluruh Indonesia. 

Melalui inisiatif ini, Riady Foundation menargetkan untuk memberikan fondasi kecakapan AI dan STEM kepada 10 juta siswa Indonesia. Program ini akan menyediakan modul ajar yang inklusif, pelatihan guru, platform pembelajaran digital, serta sistem pemantauan dan evaluasi yang menyeluruh untuk mendukung transformasi pendidikan yang setara dan berkelanjutan. 

Pada tahap awal, inisiatif ini akan melibatkan lebih dari 500 satuan pendidikan, meliputi sekolah negeri, swasta, madrasah, dan pesantren. Perangkat yang dikedepankan dalam inisiatif ini berbasis kurikulum AI-STEM modular, platform digital akses terbuka, panduan guru, dan sistem pemantauan berbasis data -dengan dukungan struktur pelatihan, evaluasi dampak, dan tata kelolakolaboratif lintas sektor. 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu’ti  dalam sambutanya mengapresiasi gerakan Riady Foundation. menurutnya, inisiatif ini menjadi bagian penting dari prioritas nasional. Indonesia Cerdas mendukung visi pertumbuhan ekonomi 8% dan pembangunan SDM yang mandiri. 
 
“Kami melakukan sebuah gerakan bersama untuk sejak dini menunjukkan bagaimana teknologi dapat kita kenalkan kepada generasi muda, dan kemudian membangkitkan semangat mereka untuk menguasai teknologi dengan cara yang sederhana dan menyenangkan,” ucap Mu'ti di melalui keterangan tertulis yang dikutip Jumat 30 Mei 2025. 

Pendiri Riady Foundation, Dr. Mochtar Riady, yang kini memasuki usia 97 tahun, mengatakan bahwa program ini adalah panggilan bagi bangsa. Ia juga mengingatkan bahwa pendidikan adalah warisan terbaik yang bisa kita tinggalkan untuk generasi penerus 

"Sepanjang hidup saya, saya telah terus berusaha bekerja dan mengabdi untuk Indonesia. Inisiatif ini mungkin menjadi dedikasi terakhir saya bagi bangsa yang saya cintai. Saya mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk berperan aktif. Anam-anak kita tidak hanya butuh mimpi, mereka butuh bekal untuk mewujudkannya,” katanya. 

Senada, inisiator Gerakan STEM Indonesia Cerdas dan juga Direktur Eksekutif Riady Foundation, Dr. Stephanie Riady, menegaskan bahwa program ini hadir untuk menjawab tantangan nyata dalam pendidikan STEM, seperti kesenjangan akses, kualitas, dan sumber daya, terutama di daerah tertinggal dan madrasah.

“Kami ingin mengubah cara pandang terhadap sains, teknologi, dan matematika. Sains tidak harus rumit, teknologi tidak harus mahal, dan matematika tidak harus menakutkan. Justru sebaliknya, semua itu bisa dekat, terjangkau, relevan, dan menyenangkan bagi semua anak Indonesia,” ujarnya.

Guru Besar Fisika di Institut Teknologi Bandung sekaligus Direktur Diseminasi Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Yudi Darma. mengatakan, langkah Riady Foundation melalui inisiatif STEM Indonesia Cerdas adalah contoh nyata keberanian untuk melakukan lompatan strategis dalam membangun ekosistem pendidikan sains dan teknologi yang berkelanjutan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Jaga Energi dan Cairan, Tantangan 14.000 Pelari Maybank Marathon 2026

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25

Bawa Hasil Riset UGM ke Bursa, SWAP Bidik Dana Segar Rp45 Miliar Lewat IPO\

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:14

BEI Agendakan RUPSLB, Catat Syarat Kehadirannya

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00

Iran Anggap Negara Pendukung Perang Ekonomi AS sebagai Musuh

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:21

ASBI Laporkan Dugaan Penggelapan ke BEI-OJK, Enam Pihak Jadi Terlapor

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:03

Hasil Penelitian Ungkap Air Galon Guna Ulang Tak Berisiko Kanker

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02

Pemuda Katolik NTT Berangkatkan Puluhan Relawan ke Flores

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:42

PAN Launching Lapor PAN dan PANsar Murah

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:27

Pertina Bawa Polemik Legalitas ke PTUN dan PN Jakpus

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:14

TNI AL Berhasil Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT di KRI

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:02

Selengkapnya