Berita

Presiden Liberia, Joseph Boakai/Net

Global

Pesawat Presiden Liberia Alami Insiden Saat Mendarat

JUMAT, 30 MEI 2025 | 15:41 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Bandara Internasional Roberts (RIA), Liberia, saat jet pribadi yang membawa Presiden Liberia, Joseph Boakai, mengalami masalah saat mendarat.

Menurut pihak otoritas bandara pada Jumat, 30 Mei 2025, sebagian roda pendaratan (landing gear) jet kepresidenan tersebut mengalami malfungsi saat mendekati landasan, menyebabkan pendaratan berlangsung kasar dan menimbulkan kepanikan di bandara.

“Ini adalah situasi nyaris kecelakaan yang sangat kami sesalkan. Namun kami pastikan infrastruktur landasan tetap sepenuhnya sesuai dengan standar keselamatan penerbangan internasional," kata Otoritas Bandara Liberia (LAA) dalam pernyataannya, seperti dimuat BBC.


Akibat insiden ini, seluruh penerbangan yang dijadwalkan malam itu dibatalkan. Media lokal melaporkan salah satu ban pesawat meledak saat mendarat, menyebabkan pesawat tertahan di landasan hingga akhirnya dievakuasi.

Presiden Boakai, yang baru saja kembali dari perjalanan resmi di Nigeria untuk menghadiri peringatan 50 tahun Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (Ecowas), berhasil dievakuasi dengan selamat tanpa luka.

Meski pihak kepresidenan belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut, mereka membagikan foto-foto Boakai yang tiba di bandara, di mana ia sempat berbicara singkat kepada para jurnalis tanpa menyinggung soal kejadian itu.

“Saat ini, investigasi untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden ini sedang berlangsung, dan otoritas bandara akan terus memberi informasi kepada publik,” lanjut pernyataan LAA.

Foto-foto jet kepresidenan yang terhenti di landasan telah beredar luas di media sosial, memicu kekhawatiran publik tentang keselamatan presiden. Namun, pihak berwenang menegaskan bahwa kondisi landasan tidak berperan dalam insiden ini.

Setelah pesawat berhasil dipindahkan dari landasan, aktivitas di bandara telah kembali normal.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya