Berita

Nissan/Carvaganza

Bisnis

Nissan Terancam Jual Kantor Pusat Demi Bayar Pesangon Ribuan Karyawan

JUMAT, 30 MEI 2025 | 12:00 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kondisi keuangan Nissan Motor Co makin memburuk. Pabrikan otomotif asal Jepang itu dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menjual gedung kantor pusatnya yang berlokasi di Yokohama demi menutupi biaya pesangon massal akibat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kabar ini pertama kali diungkap oleh Japan Today, dikutip Jumat 29 Mei 2025. Dalam laporan itu disebutkan bahwa Nissan membutuhkan tambahan dana restrukturisasi hingga 60 miliar Yen (sekitar Rp6,7 triliun) dalam tahun fiskal ini. 

Langkah ini menjadi bagian dari kelanjutan rencana perombakan besar-besaran yang tengah digodok manajemen.


Mengutip laporan Nikkei Asia, penjualan kantor pusat menjadi salah satu opsi ekstrem yang sedang dikaji Nissan. Gedung tersebut diperkirakan bernilai lebih dari 100 miliar yen atau sekitar Rp11,3 triliun. 

Uang hasil penjualan gedung itu rencananya akan digunakan untuk membayar pesangon ribuan karyawan menyusul penutupan tujuh pabrik mereka di berbagai negara.

Menariknya, meski dijual, Nissan berencana tetap menempati gedung itu sebagai penyewa. Namun wacana ini kabarnya masih menuai perdebatan di internal perusahaan karena ditolak sebagian eksekutif senior.

Langkah-langkah drastis ini tak lepas dari tekanan finansial yang makin akut. Pada 13 Mei lalu, Nissan mengumumkan bahwa pihaknya mencatat kerugian bersih hingga 670,9 miliar yen sepanjang tahun fiskal yang berakhir Maret 2025. Imbasnya, efisiensi besar-besaran dianggap tak terhindarkan.

Belum ada proyeksi pendapatan atau rugi-laba yang disampaikan manajemen untuk tahun fiskal berjalan. Saat ini Nissan masih berhitung di tengah situasi global yang kian tidak pasti.

Di sisi lain, bayang-bayang krisis internal belum sepenuhnya sirna sejak kasus Carlos Ghosn mencuat ke publik pada 2018 silam. Mantan bos besar Nissan itu ditahan otoritas Jepang atas tuduhan penyalahgunaan aset perusahaan dan pelaporan pendapatan fiktif.

Sejak saat itu, pamor Nissan terus merosot. Restrukturisasi bergulir, PHK tak terbendung. Bahkan, dari 17 pabrik perakitan mobil yang dimiliki saat ini, tujuh akan ditutup. Selain itu, perusahaan juga akan memangkas hingga 20 ribu pekerja di seluruh dunia dalam waktu dekat.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya