Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

OPEC+ Pertahankan Kebijakan, Harga Minyak Naik Tipis

KAMIS, 29 MEI 2025 | 10:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia naik lebih dari 1 persen pada Rabu, 28 Mei 2025. Kenaikan ini terjadi karena pasar khawatir pasokan minyak akan tetap tinggi setelah OPEC+ memutuskan tidak mengubah kebijakan produksi mereka.

Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik 81 sen (sekitar 1,26 persen) menjadi 64,90 Dolar AS per barel. Sedangkan minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) naik 95 sen atau sekitar 1,56 persen menjadi 61,84 Dolar AS per barel.

OPEC+ memutuskan untuk tetap dengan kebijakan produksinya saat ini. Mereka juga menyepakati standar penetapan produksi minyak untuk tahun 2027.


Sebelumnya, para investor memperkirakan kelompok negara-negara penghasil minyak termasuk Rusia, akan menaikkan produksi pada akhir pekan ini, namun itu tidak terjadi.

“Sebagian besar negara penghasil minyak dalam pertemuan tersebut tidak punya fleksibilitas untuk menyesuaikan produksi,” kata Bob Yawger, Direktur Energi di perusahaan keuangan Mizuho.

“Mereka berharap bisa memperlambat laju kenaikan produksi agar harga minyak tidak turun lebih jauh. Tapi hasilnya tidak sesuai harapan,” lanjutnya.

Harga minyak juga naik karena kekhawatiran pasokan akan semakin ketat, menyusul keputusan Amerika Serikat yang melarang perusahaan Chevron mengekspor minyak dari Venezuela.

Para analis juga mengatakan bahwa harga minyak bisa naik lagi jika ada perkembangan positif dalam pembicaraan perdagangan global atau perbaikan hubungan antara AS dan Iran.

Kepala badan nuklir Iran, Mohammad Eslami, menyampaikan bahwa Iran mungkin akan mengizinkan inspektur dari PBB, termasuk dari AS, untuk mengunjungi fasilitas nuklir mereka asalkan negosiasi antara Teheran dan Washington berjalan lancar.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya