Berita

Ilustrasi RMOL via AI

Global

Amerika akan Cabut Visa Pelajar China

KAMIS, 29 MEI 2025 | 08:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintahan Presiden Donald Trump memperketat pengawasan terhadap mahasiswa China yang kuliah di universitas-universitas Amerika Serikat (AS)

Dalam pernyataan terbarunya, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan bahwa pemerintah bahkan telah berencana mencabut visa pelajar asal China.

Menurutnya, kebijakan ini akan menyasar mahasiswa yang memiliki kaitan dengan Partai Komunis China (PKC) atau yang belajar di bidang-bidang strategis.


"AS juga akan memperketat proses pengajuan visa baru dari China dan Hong Kong," ujarnya, dikutip dari Bloomberg, Kamis 29 Mei 2025.

Saat ini China merupakan negara pengirim mahasiswa terbanyak kedua ke AS setelah India. Namun, jumlah mahasiswa China di AS mulai turun hingga 4 persen menjadi sekitar 277.000 orang pada tahun 2024 seiring meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Kebijakan ini diumumkan sehari setelah Rubio memerintahkan semua kedutaan besar AS untuk menghentikan sementara jadwal wawancara visa pelajar. Pemerintah ingin melakukan pemeriksaan lebih ketat, termasuk terhadap aktivitas media sosial para pemohon.

Langkah ini menunjukkan komitmen Trump untuk membatasi masuknya mahasiswa asing dengan alasan keamanan nasional. 
Sebelumnya, Gedung Putih juga telah berselisih dengan beberapa universitas besar seperti Harvard dan Columbia, yang dituduh membiarkan sikap antisemitisme berkembang.
Kini, perhatian pemerintah melebar, bukan hanya ke isu politik kampus, tetapi juga soal peran mahasiswa asing dalam sistem pendidikan tinggi. Padahal, mahasiswa internasional merupakan sumber pendapatan penting bagi banyak universitas di AS.

Pada hari Rabu Trump bahkan menyatakan bahwa Harvard sebaiknya membatasi jumlah mahasiswa asing maksimal 15 persen dari total penerimaan.

Saat ini, mahasiswa internasional mencakup sekitar 5,9 persen dari total mahasiswa di AS, yang jumlahnya mencapai hampir 19 juta orang. Pada tahun ajaran 2023?"2024, lebih dari 1,1 juta mahasiswa asing menempuh pendidikan di AS, dengan separuhnya berasal dari India dan China, menurut data dari Institute of International Education.

FBI sebelumnya juga telah memperingatkan bahwa China mencoba memanfaatkan budaya keterbukaan dan kolaborasi di lingkungan universitas-universitas AS untuk kepentingan negara mereka.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya