Berita

Ilustrasi peserta didik menikmati susu/Istimewa

Politik

Soal Konsumsi Susu 2 Liter Per Hari, Kepala BGN Kembali Blunder

RABU, 28 MEI 2025 | 18:28 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, kembali menyulut polemik di masyarakat. Terkini, Dadan mengklaim anaknya bisa tumbuh lebih dari 180 cm karena minum 2 liter susu per hari. Hal ini menuai kritik di media sosial.

Dalam pandangan analis komunikasi politik, Hendri Satrio, ucapan Kepala BGN itu tidak sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat. 

“Prof Dadan ini kan kesayangan Presiden Prabowo, yang menjalankan program Makan Bergizi Gratis. Tapi pernyataan soal susu dua liter ini jadi blunder komunikasi," kata Hensat kepada redaksi, Rabu 28 Mei 2025.


Dadan diingatkan untuk lebih hati-hati dalam berbicara. Ia disarankan untuk menyampaikan pesan yang lebih empatik, seperti ajakan mendukung program MBG.

"Netizen fokus ke dua liter per hari, bukan ke manfaat susunya. Ini soal bagaimana pesan disampaikan,” tegas Hensat.

Menurut Hensat, komunikasi adalah kunci keberhasilan program pemerintah. Salah ucap sedikit saja, bisa merusak kepercayaan publik dan menghambat program unggulan seperti MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.

“Pejabat harus hati-hati, baik dalam berbicara maupun bertindak. Kalau tidak, hal-hal kecil bisa jadi bom waktu,” tandas Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu. 

Sebelumnya, Dadan sempat mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait Timnas Indonesia. Menurut Dadan, kekalahan yang dialami Tim Garuda karena gizi para pemainnya tidak bagus.

Menurut Dadan, asupan gizi seimbang bisa mempengaruhi produktivitas anak di masa yang akan datang. Apabila tidak diintervensi, dikhawatirkan akan menciptakan tenaga kerja berkualitas rendah. Dengan berkelakar, Dadan mengaitkannya dengan kekalahan Timnas Indonesia dalam beberapa laga Kualifikasi Piala Dunia 2026.

"Jadi jangan heran kalau PSSI itu sulit menang, karena main 90 menit berat. Kenapa? Karena gizinya tidak bagus dan banyak pemain bola lahir dari kampung," ujar Dadan, di acara Penandatanganan MoU di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Sabtu 22 Maret 2025.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Setahun BPI Danantara Berdiri Justru Tambah Masalah

Rabu, 04 Maret 2026 | 00:07

Jangan Giring Struktural Polri ke Ranah Politik Praktis

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:53

2 Kapal Tanker Pertamina dan Awaknya di Selat Hormuz Dipastikan Aman

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:35

KPK Amankan BBE dan Mobil dari OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:30

Mutasi AKBP Didik ke Yanma untuk Administrasi Pemecatan

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:09

SiCepat Ekspansi ke Segmen B2B, Retail, hingga Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:07

GoTo Naikkan BHR Ojol, Cair Mulai Besok!

Selasa, 03 Maret 2026 | 23:01

Senator Dayat El: Pembangunan Indonesia Tak Boleh Tinggalkan Desa

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:46

Kenapa Harus Ayatollah Khamenei?

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:38

Naik Bus Pariwisata, 11 Orang Terjaring OTT Pekalongan Tiba di KPK

Selasa, 03 Maret 2026 | 22:13

Selengkapnya