Berita

Kantor pusat baru Xiaomi, Foto Donovan Sung, Direktur Manajemen Produk/Gsmarena

Bisnis

Smartphone dan Mobil Laku Keras, Laba Xiaomi Pecah Rekor

RABU, 28 MEI 2025 | 13:39 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perusahaan teknologi asal China, Xiaomi, melaporkan pendapatan dan laba kuartal pertama tahun 2025 yang mencetak rekor baru. 

Keberhasilan ini didorong oleh fokus perusahaan pada produk-produk kelas atas, mulai dari smartphone hingga peralatan rumah tangga.

Dikutip dari Reuters, Rabu 28 Mei 2025, pendapatan Xiaomi untuk periode Januari-Maret 2025 mencapai 111,3 miliar Yuan (sekitar Rp240 triliun), naik 47 persen dibanding tahun lalu. Angka ini juga melebihi perkiraan rata-rata analis sebesar 107,6 miliar Yuan.


Laba bersih yang disesuaikan juga melonjak 65 persen menjadi 10,7 miliar Yuan (sekitar Rp23 triliun), melampaui prediksi analis yang memperkirakan sekitar 8,96 miliar Yuan.

Presiden Xiaomi, Lu Weibing, mengatakan dalam konferensi pers bahwa strategi Xiaomi untuk fokus pada segmen premium terbukti efektif.

Selain smartphone, Xiaomi juga mengembangkan bisnis mobil listrik. Pekan lalu, mereka meluncurkan SUV listrik terbarunya, YU7, yang mulai dijual Juli nanti. Lu menyebut YU7 punya potensi pasar lebih luas dibanding model sebelumnya, SU7.

Meski belum mengumumkan harga resmi, Xiaomi mengatakan YU7 kemungkinan akan lebih mahal sekitar 60.000–70.000 Yuan dibanding Tesla Model Y yang dijual mulai 263.500 Yuan (sekitar Rp565 juta).

Pada kuartal pertama, bisnis mobil listrik Xiaomi mencatat pendapatan 18,1 miliar Yuan dari penjualan 75.869 unit sedan SU7. Namun, unit ini masih mengalami kerugian bersih sebesar 0,5 miliar Yuan.

Penjualan SU7 sempat menurun setelah kecelakaan fatal di jalan raya pada akhir Maret yang melibatkan mobil ini dalam mode bantuan mengemudi. Xiaomi juga menghadapi kritik karena iklan yang dianggap menyesatkan, dan telah meminta maaf atas ketidakjelasan informasi tersebut.

Meskipun sempat terguncang, saham Xiaomi kembali menguat sejak April. Nilai pasar perusahaan kini mencapai sekitar 170 miliar Dolar AS, melampaui BYD, produsen mobil listrik terbesar di China, yang berada di angka 161 miliar Dolar AS.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya