Berita

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Desa Purworejo Lumajang, Minggu, 25 Mei 2025/Ist

Nusantara

Khofifah: Mudah-mudahan Sampah Bisa jadi Berkah

RABU, 28 MEI 2025 | 05:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan tempat pengolahan sampah (TPS) dengan konsep untuk mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle) Desa Purworejo dan Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Untuk peresmiannya dilakukan di Desa Purworejo Lumajang, Minggu, 25 Mei 2025.

TPS 3R berfungsi untuk melayani suatu kelompok masyarakat (termasuk di kawasan masyarakat berpenghasilan rendah) yang terdiri dari minimal 400 rumah atau kepala keluarga bertempat di dua desa tersebut. 

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa kedua TPS 3R ini dilengkapi dengan teknologi sederhana namun Tepat Guna, selain biaya pengadaan, biaya operasional dan pemeliharaannya juga sangat murah dan yang masyarakat umum dengan mudah mengoperasikan. 


Untuk diketahui, fungsi dan konsep utama pengolahan sampah pada TPS 3R adalah untuk mengurangi kuantitas dan/atau memperbaiki karakteristik sampah, yang akan diolah secara lebih lanjut di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah, selain itu TPS 3R dapat membantu mewujudkan Green Economy di tingkatan masyarakat.

“TPS 3R diharapkan berperan dalam menjamin kebutuhan lahan yang semakin kritis untuk penyediaan TPA sampah di perkotaan,” jelas Khofifah dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Rabu, 28 Mei 2025.

Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional, untuk meletakkan TPA sampah pada hirarki terbawah, sehingga meminimalisir residu untuk kemudian diurug dalam TPA.

"Dimulai dari yang sederhana, Teknologi Tepat Guna (TTG) yang sederhana ini masyarakat diajak bersama-sama untuk melakukan pengolahan sampah melalui pola 3R," ujarnya.

Khofifah juga menyampaikan bahwa Sampah rumah tangga masih mendominasi komposisi sampah nasional pada tahun 2024. 

Menurut data Sistem Informasi pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Indonesia menghasilkan sekitar 33,79 juta ton timbulan sampah sepanjang 2024. Volume tersebut turun 21,83% dibanding tahun 2023 yang bahkan mencapai 43,23 juta ton sampah, tertinggi selama 6 tahun terakhir.

Melalui pengolahan sampah dengan pola 3R diharapkan peran serta masyarakat di dalam pengolahan sampah terutama yang dihasilkan skala rumah tangga semakin meningkat sehingga mampu mengurangi timbunan sampah secara signifikan. 

Khusus sampah organik yang berasal dari sisa makanan dan sayuran kita dapat memanfaatkan untuk budidaya maggot atau belatung yang merupakan larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF) untuk pakan ayam dan ikan.

“Dengan demikian masyarakat dapat memanfaatkan maggot sebagai sumber pakan ayam dan ikan serta kompos atau pupuk organik utama yang tidak berbau, selain lebih ramah lingkungan dan ekonomis penggunaan kompos menjadi upaya nyata kita didalam mengkonversi penggunaan pupuk kimia ke pupuk organik," ungkap dia.

Selain itu melalui pola 3R ini masyarakat dengan mendaur ulang dan mengolah sampah dapat menciptakan produk-produk baru dari bahan daur ulang. Ini tidak hanya mengurangi kebutuhan akan bahan baku baru tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat melalui penjualan produk daur ulang.  

Gubernur Khofifah menegaskan, tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk tidak memanfaatkan semaksimal mungkin keberadaan TPS 3R dikarenakan TPS 3R merupakan salah satu solusi inovatif dan berkelanjutan untuk pengelolaan sampah di tingkat Rumah Tangga/komunitas. 

Dengan mengadopsi prinsip 3R, TPS 3R membantu mengurangi beban TPA, mengurangi dampak lingkungan, dan yang terpenting adalah memberdayakan masyarakat. 

Meskipun ada tantangan dalam implementasinya, manfaat jangka panjang dari TPS 3R bagi lingkungan dan masyarakat/komunitas sangat signifikan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, TPS 3R dapat menjadi model efektif untuk pengelolaan sampah yang lebih baik di seluruh Indonesia.

"Pak Kades dan seluruh warga di Desa Purworejo ini, saya mohon semangatnya untuk menjaga program yang sepertinya sederhana tapi maknanya sangat besar bagi daya dukung alam, dan daya dukung lingkungan," pintanya.

"Mudah-mudahan nanti sampah bisa jadi rupiah, sampah bisa menjadi berkah," harapnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya