Berita

Wakil Ketua Komisi XI DPR M. Hanif Dhakiri/Ist

Bisnis

Komisi XI DPR:

Insentif Fiskal Pemerintah Harus Disertai Penguatan Daya Beli

SELASA, 27 MEI 2025 | 23:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil Ketua Komisi XI DPR M. Hanif Dhakiri, mengapresiasi langkah pemerintah yang akan menggelontorkan enam insentif fiskal mulai bulan depan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional. 

Ia juga menilai keputusan Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan sebagai sinyal positif yang menunjukkan koordinasi kebijakan fiskal dan moneter dalam mendorong konsumsi dan investasi.

“Ini langkah responsif di tengah perlambatan ekonomi global. Insentif seperti PPN rumah dan diskon pajak kendaraan listrik menyasar sektor dengan daya ungkit besar. Penurunan suku bunga BI pun membuka ruang likuiditas yang lebih luas bagi dunia usaha dan rumah tangga,” ujar Hanif di Jakarta, Selasa, 27 Mei 2025.


Namun demikian, Hanif mengingatkan bahwa mayoritas kebijakan ini berorientasi pada sisi permintaan (demand side), sehingga perlu diimbangi dengan penguatan sisi penawaran (supply side) agar tidak menciptakan distorsi dalam jangka menengah.

“Insentif akan lebih efektif jika dibarengi penguatan daya beli secara struktural, perluasan kapasitas produksi nasional, dan penciptaan lapangan kerja yang nyata. Kita butuh pertumbuhan yang berkualitas. Bukan hanya tumbuh, tapi juga menyerap tenaga kerja,” tegas Menteri Ketenagakerjaan periode 2014-2019 itu.

Ia menyoroti bahwa insentif kendaraan listrik, misalnya, harus dibarengi ekosistem industri dan infrastruktur yang memadai. Tanpa itu, konsumsi hanya akan mendorong barang impor, bukan mendorong transformasi industri nasional.

Wakil Ketua Umum DPP PKB ini juga menegaskan pentingnya keberanian fiskal dalam membiayai agenda transformasi, seperti pendidikan dan pelatihan vokasi, industrialisasi hijau, serta perlindungan sosial. 

“Dorongan jangka pendek itu penting, tapi jangan sampai menunda reformasi struktural yang lebih krusial untuk masa depan,” ujarnya.

Terkait ekspansi QRIS ke luar negeri, Hanif menyatakan dukungannya namun menekankan pentingnya arah strategis yang menjamin manfaat ekonomi nasional. 

“QRIS internasional harus membawa nilai tambah nyata bagi UMKM dan ekonomi domestik. Tapi yang lebih penting, ia harus menjadi bagian dari strategi memperkuat kedaulatan sistem pembayaran nasional dan kedaulatan digital Indonesia secara keseluruhan,” jelas anggota Dewan Pertimbangan KADIN Indonesia ini.

Ia juga mendorong adanya strategi monetisasi yang berpihak pada pelaku usaha dalam negeri, dan perlindungan terhadap data transaksi warga negara Indonesia di luar negeri.

Hanif menutup dengan menegaskan bahwa Komisi XI DPR RI akan terus mengawal arah kebijakan fiskal dan moneter agar benar-benar mendorong pertumbuhan yang inklusif, produktif, dan berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya