Berita

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Adies Kadir/RMOL

Politik

Golkar Minta Usulan Kenaikan Dana Parpol 10 Kali Lipat Dikaji Dulu

SELASA, 27 MEI 2025 | 15:16 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Usulan kenaikan dana partai politik hingga 10 kali lipat dari sebelumnya sebaiknya dilakukan kajian lebih dulu.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Adies Kadir berpendapat, perlu kajian mendalam terkait usulan itu. Termasuk mencermati aturan tentang partai politik sebelum menyetujui usulan kenaikan dana parpol.

”Kita akan melihat ya, ini dipergunakan untuk apa, gitu kan. Kita juga agak prinsip sih kalau dikasih kita siapkan ini untuk masyarakat. Cuma kan kita juga harus baca betul, pelajari betul aturannya. Kadang-kadang kalau terlalu besar nanti aturannya tidak jelas, kami juga kan khawatir,” kata Adies Kadir di Gedung Nusantara II, Komplek DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 27 Mei 2025.


Pihaknya tidak ingin dana parpol dinaikkan tapi digunakan untuk hal-hal yang kurang tepat. Terlebih kondisi ekonomi saat ini masih tidak menentu.

“Nanti kita terima besar terus kemudian pemakaiannya tidak sesuai dengan prosedur, ada apa-apa lagi,” imbuhnya.

Adies pun menegaskan, Partai Golkar masih perlu mengkaji usulan tersebut. Pasalnya, pada tahun depan pemerintah akan melanjutkan program efisiensi anggaran. Sehingga kebutuhan masyarakat akan lebih urgen.

“Memang ini Partai Golkar melihat dulu, perlu mengkaji seperti apa nanti prosesnya, besarannya berapa, dipergunakannya untuk apa saja, seperti apa cara menggunakannya. Itu kan juga harus dipelajari betul-betul,” tuturnya.

“Yang pasti kita utamakan untuk kesejahteraan masyarakat dulu,” demikian Adies Kadir.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya