Berita

Presiden RI Prabowo Subianto/Sekretariat Presiden RI

Dunia

Prabowo Dorong BIMP-EAGA Jadi Model Ketahanan dan Akselerasi Ekonomi Kawasan

SELASA, 27 MEI 2025 | 14:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden RI Prabowo Subianto, mendorong kawasan kerja sama subregional Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) untuk menjadi model ketahanan dan pertumbuhan ekonomi yang cepat. 

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 BIMP-EAGA yang digelar di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Selasa, 27 Mei 2025.

Prabowo membuka pidatonya dengan menyoroti pentingnya momen 30 tahun kerja sama strategis BIMP-EAGA yang tidak hanya melibatkan pemerintah, namun juga memberikan dampak nyata kepada masyarakat di wilayah perbatasan.


"Kita berkumpul hari ini untuk menandai 30 tahun kerja sama dan perencanaan strategis. Tidak hanya pemerintah, tetapi masyarakat kita, para petani, nelayan, pedagang, dan kaum muda di wilayah perbatasan, telah merasakan dampak nyata dari BIMP-EAGA," ujar Prabowo.

Meski mencatat kemajuan dalam sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi, Prabowo menilai bahwa potensi penuh kawasan ini masih belum sepenuhnya tercapai.

Lebih lanjut Presiden RI menegaskan komitmen kuat Indonesia dalam mendukung BIMP-EAGA sebagai model ketahanan kawasan dan motor penggerak pertumbuhan ekonomi subregional.

"Untuk itu, mari kita manfaatkan momentum ini, mari kita manfaatkan pertemuan kita hari ini untuk merenungkan kekurangan kita dan menatap masa depan. Indonesia berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa BIMP-EAGA menjadi model ketahanan subregional dan pertumbuhan ekonomi yang cepat,” tegasnya.

Dalam aspek keamanan, Prabowo memberikan apresiasi atas keberhasilan patroli bersama negara-negara anggota BIMP-EAGA yang telah menurunkan angka pembajakan di perairan antara Sulawesi, Sabah, dan Filipina Selatan.

“Kerja sama sub-regional ini tidak hanya meningkatkan kemajuan ekonomi, tetapi juga kemajuan keamanan,” tambah Presiden.

Selain itu, Prabowo menyampaikan dukungan Indonesia terhadap pengembangan koridor ekonomi baru di kawasan BIMP-EAGA, termasuk penguatan sektor permanen dan pembentukan satuan tugas khusus yang diusulkan oleh Perdana Menteri Malaysia.

“Kami juga mendukung Perdana Menteri Dato Seri Anwar untuk membentuk satuan tugas khusus guna mewujudkan hal ini,” ucapnya.


BIMP-EAGA adalah inisiatif sub-regional yang dibentuk pada 1994 untuk mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan yang meliputi bagian timur Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua), Malaysia (Sabah, Serawak, Labuan), dan seluruh Filipina selatan.

Konferensi ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat kerja sama lintas negara demi meningkatkan ketahanan ekonomi dan keamanan kawasan timur ASEAN.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya