Ilustrasi/RMOL
Ilustrasi/RMOL
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam keterangannya di Jakarta, yang dikutip Selasa 27 Mei 2025 mengatakan, risiko yang disebabkan oleh perubahan signifikan dalam kondisi makro ekonomi Indonesia, antara lain perlambatan pertumbuhan ekonomi, perubahan nilai tukar, maupun penurunan nilai surat-surat berharga.
Melambatnya penurunan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR), pengenaan tarif impor oleh Amerika Serikat (AS), dinamika konflik Rusia-Ukraina dan situasi di Timur Tengah, serta ketegangan antara India dan Pakistan membuat kecenderungan investor mengalihkan investasinya ke aset yang dianggap lebih aman (safe haven assets). Ataupun ke sektor-sektor yang dinilai stabil, meskipun dengan imbal hasil yang relatif rendah.
Populer
Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Senin, 19 Januari 2026 | 15:23
Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35
Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27
UPDATE
Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:02
Sabtu, 24 Januari 2026 | 06:00
Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:42
Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:26
Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:23
Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:11
Sabtu, 24 Januari 2026 | 05:09
Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:26
Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:16
Sabtu, 24 Januari 2026 | 04:04