Berita

Perdana Menteri Kabinet serta Sekretaris Kabinet Urusan Luar Negeri dan Diaspora Kenya Musalia Mudavadi dan Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita/Net

Dunia

Kenya Dukung Rencana Otonomi Sahara Maroko sebagai Satu-satunya Solusi Konflik

SELASA, 27 MEI 2025 | 13:43 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Republik Kenya secara resmi menyatakan dukungannya terhadap rencana otonomi yang diajukan oleh Maroko sebagai satu-satunya pendekatan yang berkelanjutan untuk menyelesaikan sengketa Sahara. 

Dukungan ini disampaikan dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan di Rabat, usai pertemuan antara Menteri Luar Negeri Maroko Nasser Bourita dan Perdana Menteri Kabinet serta Sekretaris Kabinet Urusan Luar Negeri dan Diaspora Kenya Musalia Mudavadi pada Senin, 26 Mei 2025. 

Dalam pernyataan tersebut, Kenya menegaskan bahwa rencana otonomi yang diusulkan oleh Kerajaan Maroko merupakan satu-satunya solusi yang kredibel dan realistis atas konflik Sahara. 


Kenya juga menyampaikan komitmennya untuk bekerja sama dengan negara-negara yang berpikiran sama dalam mendorong implementasi inisiatif tersebut.

"Republik Kenya menyambut baik konsensus internasional yang berkembang dan momentum yang dipimpin oleh Yang Mulia Raja Mohammed VI dalam mendukung rencana otonomi yang diajukan oleh Kerajaan Maroko," bunyi pernyataan bersama tersebut.

Kedua negara juga sepakat mengenai pentingnya peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam penyelesaian konflik Sahara. 

Kenya dan Maroko menegaskan dukungan terhadap proses politik yang eksklusif di bawah naungan PBB serta mendukung implementasi Resolusi Dewan Keamanan PBB 2756 (2024).

Selain itu, Kerajaan Maroko menyampaikan apresiasi atas pengakuan Kenya terhadap peran aktif Maroko dalam bekerja sama dengan Sekretaris Jenderal PBB dan Utusan Pribadinya untuk mendorong solusi damai yang berkelanjutan berdasarkan resolusi Dewan Keamanan yang relevan.

Pernyataan ini menandai semakin menguatnya dukungan internasional terhadap rencana otonomi Maroko, yang selama ini dianggap sebagai opsi paling realistis dan dapat diterima untuk mengakhiri salah satu konflik berkepanjangan di kawasan Maghreb tersebut.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya