Berita

Presiden RI Prabowo Subianto di KTT ke-16 Brunei Darussalam Indonesia Malaysia Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP–EAGA), Conference Hall II lantai 3 Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Malaysia, Selasa, 27 Mei 2025/Ist

Dunia

Prabowo Hadir di KTT ke-16 BIMP–EAGA, Bahas Penguatan Konektivitas ASEAN

SELASA, 27 MEI 2025 | 12:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Memasuki hari ketiga kunjungan di Malaysia, Presiden RI Prabowo Subianto dilaporkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-16 Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) yang digelar di Conference Hall II lantai 3 Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Selasa, 27 Mei 2025. 

BIMP-EAGA adalah inisiatif sub-regional yang dibentuk pada 1994 untuk mempercepat pembangunan di wilayah perbatasan yang meliputi bagian timur Brunei Darussalam, Indonesia (Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua), Malaysia (Sabah, Serawak, Labuan), dan seluruh Filipina selatan.

Prabowo hadir dalam forum tersebut didampingi oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan P. Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan, Budi Santoso dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.


Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. membuka acara dengan menyampaikan apresiasi atas kontribusi negara-negara anggota dalam memperkuat kerja sama sub-kawasan selama delapan tahun terakhir sejak disahkannya BIMP-EAGA Vision 2025. 

“Selama beberapa dekade, BIMP-EAGA telah menjadi bukti nyata dari kekuatan kolaborasi. Inisiatif ini telah berhasil menjembatani kesenjangan pembangunan, memperkuat kemitraan, dan mendorong konektivitas lintas perbatasan kita,” kata Marcos Jr. dalam pidatonya.

KTT ke-16 BIMP-EAGA ini menjadi bagian dari rangkaian pertemuan tingkat tinggi ASEAN yang berlangsung sepanjang akhir Mei 2025 di Malaysia. 

Kehadiran Prabowo bersama jajaran menteri di KTT ke-16 BIMP-EAGA mencerminkan keseriusan Indonesia dalam memperkuat kerja sama ekonomi, investasi, dan pembangunan infrastruktur di kawasan timur Indonesia, yang merupakan bagian vital dari skema BIMP-EAGA.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya