Berita

Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir/Repro

Politik

Delapan Fraksi Bacakan Pandangan soal KEM-PPKF RAPBN 2026

SELASA, 27 MEI 2025 | 11:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Delapan fraksi di DPR RI membacakan pandangannya tentang asumsi kerangka ekonomi makro pokok-pokok kebijakan fiskal RAPBN 2026 dalam rapat paripurna ke-19, di Gedung Nusantara II, Komplek DPR RI, Senayan, Selasa 27 Mei 2025.

Pantauan RMOL, rapat terkait pandangan fraksi soal Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2026 dipimpin Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir, dan seluruh pimpinan DPR hadir.

Pandangan fraksi dalam rapat paripurna ini merupakan tanggapan dari asumsi KEM-PPKF RAPBN 2026 yang disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani pada rapat paripurna sebelumnya.


Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2026 dalam sidang paripurna DPR, Selasa 20 Mei 2025.

Pemerintah menyampaikan kepada DPR atas target ekonomi makro dan postur awal APBN 2026, antara lain:

Pertumbuhan ekonomi 5,2-5,8 persen, inflasi 1,5-3,5 persen, nilai tukar Rp16.500-16.900, suku bunga SBN (Surat Berharga Negara) 6,6-7,2, ICP 60-80 per dolar AS, lifting minyak bumi 600-605 ribu barel per hari, lifting gas bumi 953-1017 setara ribu barel per hari.

Adapun perkiraan postur APBN 2026, pendapatan negara 11,7-12,2 persen Produk Domestik Bruto (PDB), belanja negara 14,19- 14,75 persen PDB, defisit APBN 2,48-2,53 persen dari PDB.

Sedangkan target kesejahteraan, tingkat kemiskinan di kisaran 6,5-7,5 persen, tingkat pengangguran 4,44-4,96 persen, gini rasio 0,377?"0,380, dan Indeks Modal Manusia 0,57.

Delapan fraksi DPR RI yang membacakan pandangannya adalah PDIP, Golkar, Gerindra, PKB, Nasdem, PKS, Demokrat, dan PAN.





Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya