Berita

Konferensi pers Bareskrim Polri soal dugaan ijazah palsu Joko Widodo, Kamis, 22 Mei 2025/RMOL

Hukum

Bareskrim Dicurigai sedang Berkelit soal Ijazah Jokowi

SELASA, 27 MEI 2025 | 08:23 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Bareskrim Polri dicurigai sedang berkelit terkait pengumuman keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi. 

"Kalau anda jeli, ada sedikitnya tiga kunci kenapa saya menduga bahwa Bareskrim dalam Konferensi Pers Kamis 22 Mei 2025 sebetulnya sedang berkelit," kata pegiat media sosial Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa melalui akun X yang dikutip Selasa 27 Mei 2025.

Pertama, kata Dokter Tifa, saat mengumumkan, Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro hanya menampilkan fotonya fotokopi dan bukan fotonya "ijazah asli".


"Padahal sekian hari "ijazah asli" ada pada mereka," kata Dokter Tifa.

Kedua, lanjut Dokter Tifa, Bareskrim Polri menampilkan foto-foto yang belum ada penjelasannya, apakah Puslabfor sudah melakukan uji digital forensik ataupun analog untuk foto-foto tersebut.

"Ketiga dan yang paling penting adalah, mengapa Bareskrim menggunakan kata "identik" dan bukan "autentik"," kata Dokter Tifa.

Diketahui Bareskrim Polri menyatakan ijazah ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka itu asli setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan uji forensik.

Kepastian ini disampaikan setelah tim penyidik memeriksa secara menyeluruh ijazah milik Jokowi dari tingkat Sekolah Dasar hingga perkuliahan di Universitas Gadjah Mada (UGM), menyusul laporan dari Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) yang menuding Jokowi menggunakan ijazah palsu.


Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya