Berita

PM Laos, Sonexay Siphandone dan Presiden RI Prabowo Subiantoo/Sekretariat Presiden RI

Dunia

Prabowo Temui PM Laos, Bahas Prospek Peningkatan Kerja Sama Bilateral

SENIN, 26 MEI 2025 | 20:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-46 ASEAN, Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Laos, Sonexay Siphandone. 

Pertemuan berlangsung di Ruang Meeting, Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada Senin, 26 Mei 2025.

Prabowo hadir bersama sejumlah menteri, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.


Dalam pertemuan itu, Prabowo mengawali pembicaraan dengan mengingat kunjungan terakhirnya ke Laos.

“Yang Mulia mungkin masih ingat kunjungan saya terakhir ke Laos. Saat itu saya belum menjadi Presiden, tetapi sebagai Presiden terpilih. Saya sangat berterima kasih atas sambutan yang sangat baik saat itu,” ucap Prabowo.

Presiden juga menyampaikan apresiasi atas kepemimpinan Laos di ASEAN dan kontribusinya selama ini dalam mendukung organisasi kawasan Asia Tenggara tersebut.

“Saya ingin menyampaikan selamat kepada Lao PDR atas keberhasilannya dalam memimpin ASEAN dan terus bekerja sama sebagai bagian dari ASEAN, serta mendukung kepemimpinan Malaysia,” ujar Presiden.

Salah satu topik utama yang dibahas adalah prospek peningkatan kerja sama bilateral, khususnya di sektor perdagangan. Prabowo menyoroti bahwa meski hubungan kedua negara sudah terjalin baik selama bertahun-tahun, volume perdagangan masih tergolong rendah.

“Hubungan kita sebenarnya sudah sangat baik selama bertahun-tahun. Tapi kita harus mengakui bahwa volume perdagangan kita masih rendah. Mari kita mencari cara untuk memperkuat dan meningkatkan perdagangan ini,” kata dia.

Presiden juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk bekerja sama di sektor-sektor strategis, seperti mineral, pertanian, dan pupuk. Selain isu ekonomi, keduanya juga membahas kerja sama dalam menghadapi tantangan keamanan kawasan, termasuk pemberantasan kejahatan transnasional.

“Saya pikir jika kita bekerja sama, saya yakin ini akan sangat bermanfaat bagi kedua negara,” tuturnya.

Pertemuan ini diharapkan membuka jalan untuk memperluas kerja sama Indonesia-Laos di berbagai bidang, sekaligus memperkuat posisi kedua negara dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan kawasan ASEAN.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya