Berita

KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak/RMOL

Politik

KSAD Minta Bukti Kalau TNI Lakukan Intimidasi

SENIN, 26 MEI 2025 | 18:51 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, meminta pihak-pihak yang menuding prajurit TNI melakukan intimidasi segera melapor kepadanya.

Hal ini menyusul adanya dugaan intimidasi terhadap penulis opini di Detikcom tentang perekrutan di lingkungan Bea Cukai tanpa adanya merit system lantaran mendapuk purnawirawan TNI.

Menurut Maruli, penulis opini tersebut terkesan membuat cerita ke masyarakat. Pasalnya, prajurit TNI cukup sibuk dan tidak perlu mengurusi hal tersebut.


“Mungkin mereka sendiri yang bikin cerita itu. Kita enggak mesti sibuk begitu kan. Tidak mungkin anggota TNI terlibat hal-hal seperti itu. Aduh capek kita juga ngapain ngurusin kayak gituan. Udah kebanyakan kerjaan nih,” kata Jenderal Maruli Simanjuntak di Gedung Nusantara II, Komplek DPR RI, Senayan, Senin, 26 Mei 2025.

“Anggota kita udah ngurusin pertanian. Udah ini segala. Mau nulis-nulis opini-opini lagi,” sambungnya.

Ditambahkan menantu Kepala Dewan Ekonomi Nasional, Luhut Binsar Pandjaitan ini, jika ada prajurit TNI yang melakukan intervensi maupun intimidasi agar segera dilaporkan kepadanya.

“Kalau ada bukti. Ada perkembangan situasi terkesan bahwa kita memberi intimidasi, berarti itu langsung evaluasi. Silakan dibuktikan,” tegasnya.

Maruli pun menegaskan bahwa prajurit TNI ditugaskan negara untuk berjaga di segala situasi strategis, untuk kebaikan di Indonesia.

“Iya orang kita diperintah jaga. Anggota jaga. Udah untuk kebaikan bersama. Yang penting kita tidak selalu melanggar aja,” tutupnya.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya