Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto/RMOL

Bisnis

Menko Airlangga: MoU RI-Tiongkok Perpanjang Kerja Sama Two Country Twin Parks

MINGGU, 25 MEI 2025 | 16:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Indonesia dan Tiongkok resmi memperpanjang kerja sama strategis melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 25 Mei 2025.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa MoU ini mencakup kerja sama ekonomi lintas sektor, termasuk perpanjangan two countries twin parks.

“Kalau MoU itu kan kerja sama ekonomi antara dua negara di berbagai sektor. Termasuk sektor digital, kemudian sektor strategis lainnya, termasuk di sektor industri. Kemudian MoU juga memperpanjang two countries twin parks,” ujar Airlangga kepada awak media usai pertemuan Prabowo dan Li Qiang.


Konsep two country twin parks yang dimaksud melibatkan pengembangan kawasan industri di Batang, Jawa Tengah, seluas 500 hektare yang ditargetkan menjadi “Shenzhen”-nya Indonesia, kawasan industri di Bintan, Kepulauan Riau, serta mitra kawasan di Provinsi Fujian, Tiongkok.

“Two country twin parks yang kami jadwalkan itu yang di Batang, seluas 500 hektare dan didorong untuk menjadi Shenzen-nya Indonesia. Kemudian ada lagi di Bintan, di industrial estate. Kemudian yang di China-nya itu di provinsi Fujian. Jadi itu ada tiga parks yang dikerjasamakan,” jelasnya.

Airlangga menekankan bahwa manfaat kerja sama ini akan sangat signifikan bagi Indonesia, khususnya dalam mendorong masuknya investasi dan memperkuat rantai pasok kedua negara.

“Ya tentu investasi akan masuk. Dan juga ada komitmen untuk memperkuat supply chain kedua negara,” ujarnya.

Terkait nilai investasi, Airlangga membeberkan bahwa khusus untuk pengembangan awal di Batang, nilai investasinya minimal mencapai 3 miliar dolar AS. Selain itu, kawasan tersebut diharapkan bisa menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar.

“Kalau minimal Batang itu pengembangan awal itu 3 billion dollars. Yang lain sedang dalam proses. Di Batang harapannya betul lebih dari 100.000 orang bisa dipekerjakan di sana,” tutupnya.

Sebanyak 12 nota kesepahaman (MoU) strategis telah ditandatangani pemerintah Indonesia-Tiongkok di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang di Istana Merdeka, Jakarta pada Minggu, 25 Mei 2025.

MoU pertama yang ditandatangani adalah antara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia dan Kementerian Perdagangan RRT mengenai Penguatan Kerja Sama Ekonomi di Bidang Industri dan Rantai Pasok.

Selanjutnya terdapat MoU trilateral antara Kemenko Perekonomian, Kementerian Perdagangan RRT, dan Pemerintah Provinsi Fujian Tiongkok mengenai proyek Two Countries Twin Parks.

Di bidang keuangan, Bank Indonesia dan People’s Bank of China menyepakati pembentukan Kerangka Kerja Sama Transaksi Bilateral dalam Mata Uang Lokal (local currency transaction framework).

Langkah strategis lainnya mencakup kerja sama Dewan Ekonomi Nasional RI dengan Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok dalam kebijakan pembangunan ekonomi.

Selain empat MoU yang ditandatangani langsung di hadapan kedua pemimpin, delapan dokumen kerja sama lainnya diumumkan oleh pembawa acara dan ditandatangani secara terpisah.

Di antaranya kerja sama antara Kementerian Pariwisata RI dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RRT, serta protokol penting terkait ekspor durian beku dari Indonesia ke Tiongkok yang ditandatangani oleh otoritas karantina kedua negara.

Kesepakatan di sektor kesehatan juga menjadi sorotan, dengan ditandatanganinya dua dokumen kerja sama antara Kementerian Kesehatan RI dan lembaga-lembaga kesehatan RRT mengenai pengobatan tradisional Tiongkok dan penanggulangan tuberkulosis.

Sektor media turut memperkuat kolaborasi, ditandai dengan dua nota kesepahaman antara Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA dengan China Media Group serta Xinhua News Agency dalam bidang pemberitaan dan pertukaran informasi.

Penandatanganan juga mencakup kerja sama investasi antara Danantara dan China Investment Corporation, serta penguatan hubungan antara Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Kamar Dagang Tiongkok di Indonesia.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Wakil Bupati Bogor Jaro Ade Dipanggil KPK

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:31

Bisnis Ritel MAP Tumbuh Dua Digit, Laba Bersih Capai Rp2,1 Triliun

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:30

Konser Ye Sumbang Perputaran Ekonomi Rp600 Miliar, UMKM Ikut Kecipratan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Cari Pemimpin Baru, Kadin Jaktim akan Gelar Mukota VII

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:20

Ekosistem Baterai Makin Maju, Toyota Didorong Garap Full EV

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:16

KPK Panggil Sejumlah Tenaga Ahli dan Kepala Biro BNPB

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:01

Periksa Suhu

Selasa, 27 Oktober 2026 | 12:00

Dony Oskaria Kumpulkan Petinggi BUMN, Ada Apa?

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:51

Bank Mandiri Buka-bukaan Soal Kredit Rp40 Triliun ke Haji Isam, Beberkan Agunan Saham JARR-PGUN

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:41

Sempat Mangkir, KPK Bakal Panggil Ulang Suami Fadia Arafiq

Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:26

Selengkapnya