Berita

Fotokopi ijazah S1 Kehutanan Presiden ke-7 RI Joko Widodo/Ist

Politik

Jangan Sampai Indonesia Terbelah Gegara Ijazah Jokowi

MINGGU, 25 MEI 2025 | 14:18 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi jangan sampai membuat bangsa Indonesia terpecah belah. 

Analis komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga berharap persoalan keaslian ijazah Jokowi diselesaikan dengan baik agar tidak ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini. 

“Indonesia akan bersedih bila persoalan sepele itu justru dirancang oleh pihak tertentu dijadikan panggung politik RMOL, Minggu 25 Mei 2025.


“Mereka ini bisa saja memanfaatkan psikologis massa untuk mendulang simpati,” sambungnya.

Jamiluddin menduga ada oknum-oknum yang memanfaatkan polemik ijazah Jokowi ini untuk mengacak-acak persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kemungkinan itu bisa saja berlaku bagi Jokowi dan Roy Suryo beserta kawannya. Karena itu, persoalan ijazah Jokowi jangan sampai membawa bangsa ini terbelah,” kata Jamiluddin.

Ia mendorong persoalan remeh-temeh seperti ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Diperlukan ketegasan dari pemerintah dan aparat penegak hukum dengan membentuk tim khusus independen.

“Bangsa ini tak boleh terombang-ambing hanya persoalan legalitas ijazah Jokowi. Karena itu, pembentukan tim yang bisa diterima kedua belah pihak perlu segera diwujudkan,” kata Jamiluddin. 

Dengan demikian, kata Jamiluddin, persoalan ijazah Jokowi yang cukup menyedot perhatian publik ini tidak dijadikan kambing hitam untuk kepentingan oknum tertentu.

“Dengan cara itu, tidak ada lagi pihak yang mengambil keuntungan politik dari polemik legalitas ijazah Jokowi. Termasuk tentunya hal itu berlaku pada Jokowi,” tutup Jamiluddin.



Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya