Berita

Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini/Ist

Politik

Pemusatan Kekuasaan adalah Bom Waktu

Belajar dari Orde Baru
MINGGU, 25 MEI 2025 | 14:08 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Cita-cita Indonesia Emas 2045 tidak bisa dilepaskan dari pembangunan demokrasi yang  partisipatif. 

Hal ini disampaikan aktivis demokrasi, Titi Anggraini dalam sebuah diskusi bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang dan Ikatan Mahasiswa Magister Hukum Universitas Indonesia (IMMH UI).

"Situasi pemusatan kekuasaan harus dihindari," kata Titi lewat akun X miliknya, Minggu 25 Mei 2025.


Demokrasi bukan hanya soal pemilu, tetapi juga tentang tata kelola kekuasaan yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kepentingan rakyat. 

Demokrasi yang kuat, menurut Titi, akan memastikan distribusi kekuasaan yang adil dan pengawasan yang efektif terhadap jalannya pemerintahan.

Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) itu memperingatkan bahaya dari pemusatan kekuasaan.

Oleh karena itu, tanpa fondasi demokrasi yang kuat, seluruh capaian ekonomi, sosial, dan politik yang ingin diraih berisiko rapuh dan mudah runtuh. 

"Sebab pengalaman selama orde baru membuktikan hal itu hanya akan jadi bom waktu yang membuat segala capaian runtuh," tandasnya.




Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya