Berita

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi/Ist

Politik

Dedi Mulyadi Geser Kiblat Politik Nasional ke Jawa Barat

MINGGU, 25 MEI 2025 | 12:49 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jakarta selama ini menjadi pusat perhatian karena statusnya sebagai ibu kota negara dan posisi strategis gubernurnya dalam peta politik nasional.

Namun Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno memandang, episentrum politik nasional kini mulai bergeser dari Jakarta ke Jawa Barat. 

"Jakarta selalu menjadi sorotan karena gubernurnya kerap diproyeksikan sebagai calon pemimpin nasional," ujar Adi lewat kanal YouTube miliknya, Minggu 25 Mei 2025.


Ia menambahkan bahwa nama-nama seperti Joko Widodo alias Jokowi, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dan Anies Baswedan telah membuktikan betapa kuatnya posisi Gubernur DKI Jakarta dalam dinamika politik nasional.

Namun, kini Adi menyoroti munculnya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai figur yang mulai mengambil alih perhatian publik. 

Kebijakan kontroversial seperti pengiriman anak-anak dengan perilaku menyimpang ke barak militer menjadi salah satu langkah yang menyedot perhatian.

“Wajar kalau kemudian secara perlahan per hari ini satu-satunya kepala daerah yang selalu menjadi pergunjingan tidak ada hari tanpa Dedi Mulyadi,” kata Adi.

Meskipun Gubernur DKI Jakarta saat ini, Pramono Anung, memiliki sejumlah kebijakan yang patut diapresiasi seperti perpanjangan jam operasional perpustakaan dan pendekatan spiritual untuk menangani kenakalan remaja, perhatian publik tampaknya lebih tertuju pada Jawa Barat.

Adi menegaskan, konsistensi Dedi Mulyadi dalam menjaga eksposur dan kebijakan populis akan menentukan apakah Jawa Barat benar-benar menjadi episentrum baru politik nasional dalam lima tahun ke depan.

"Lalu apa yang akan terjadi ke depan? kita tunggu saja," tandas analis politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.


Populer

Negara Jangan Kalah dari Mafia, Copot Dirjen Bea Cukai

Selasa, 10 Februari 2026 | 20:36

Keppres Pengangkatan Adies Kadir Digugat ke PTUN

Rabu, 11 Februari 2026 | 19:58

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kekayaan Fadjar Donny Tjahjadi yang Kabarnya Jadi Tersangka Korupsi CPO-POME Cuma Rp 6 Miliar, Naik Sedikit dalam 5 Tahun

Selasa, 10 Februari 2026 | 18:12

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

UPDATE

Gara-gara KUHAP Baru, KPK Tak Bisa Perpanjang Pencegahan Fuad Hasan Masyhur

Jumat, 20 Februari 2026 | 18:04

Patroli Malam Cegah Perang Sarung

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:47

KPK Bakal Serahkan Hasil Telaah Laporan Gratifikasi TCL

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:20

Revitalisasi Taman Semanggi Telan Rp134 Miliar Tanpa Gunakan APBD

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:12

Iran Surati PBB, Ancam Serang Aset Militer AS Jika Trump Lancarkan Perang

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:03

Gibran Ajak Ormas Islam Berperan Kawal Pembangunan

Jumat, 20 Februari 2026 | 17:02

IPC TPK Optimalkan Layanan Antisipasi Lonjakan Arus Barang Ramadan

Jumat, 20 Februari 2026 | 16:54

Kasus Bundir Anak Berulang, Pemerintah Dituntut Evaluasi Sistem Perlindungan

Jumat, 20 Februari 2026 | 16:47

Pansus DPRD Kota Bogor Bahas Raperda Baru Administrasi Kependudukan

Jumat, 20 Februari 2026 | 16:45

7 Manfaat Puasa untuk Kesehatan Tubuh dan Mental

Jumat, 20 Februari 2026 | 16:41

Selengkapnya