Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi, bersama Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep/Ist

Politik

Jokowi Lebih Baik Dirikan Partai Baru Ketimbang Pimpin PSI

MINGGU, 25 MEI 2025 | 10:26 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi lebih tepat membentuk partai politik baru daripada bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) atau partai lainnya. 

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno, Jokowi telah menjadi figur sentral dalam politik nasional, sehingga setiap langkah dan pernyataannya selalu menjadi sorotan.

"Kalau bicara tentang politik memang tidak lengkap rasanya tanpa menyertakan Jokowi terutama manuver dan sikap politiknya, termasuk statementnya," kata Adi lewat kanal YouTube miliknya, Minggu 25 Mei 2025.


Meskipun PSI dinilai sebagai partai yang paling dekat dengan Jokowi, terlebih karena putra bungsunya, Kaesang Pangarep, menjabat sebagai ketua umum, Adi menilai arah dukungan publik belum tentu mengikuti arah partai.

“Relawan Jokowi belum tentu otomatis mendukung PSI. Mereka loyal pada sosok Jokowi, bukan pada kendaraan politiknya,” ujarnya.

Karena itu, menurut Adi, cukup rasional jika Jokowi memilih untuk mendirikan partai politik baru yang benar-benar bisa merepresentasikan nilai dan gerakan yang selama ini ia bangun bersama para relawan.

“Partai baru ini bisa menjadi wadah konsolidasi bagi PSI, pendukung loyal, hingga relawan-relawan Jokowi yang sampai saat ini cukup setia," pungkasnya.

Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa Jokowi tengah menjajaki peluang bergabung dengan PSI, namun juga mendapat sinyal terbuka dari partai lain seperti Golkar. 

Di sisi lain, suara dari kalangan relawan justru menginginkan Jokowi mengambil langkah yang lebih mandiri dalam menentukan masa depan politiknya.


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya