Berita

Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi/Ist

Politik

Buni Yani:

Jokowi Masih Kuasai Kepolisian

MINGGU, 25 MEI 2025 | 09:36 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Banyaknya kejanggalan dalam uji forensik di Bareskrim Polri terkait keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi merupakan tanda-tanda bahwa Kepolisian masih berada di bawah pengaruh ayah Wapres Gibran Rakabuming Raka.

"Artiya Kepolisian de facto belum berada di bawah kontrol Presiden Prabowo Subianto," kata peneliti media dan politik Buni Yani dalam keterangannya yang dikutip Minggu 25 Mei 2025.

Buni Yani mengatakan, pemihakan kepolisian kepada Jokowi sangatlah nyata dan tidak bisa ditutupi. 


Pertama, mungkin tanpa disadari oleh Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, bahwa ia memberikan kesan kurang baik terhadap Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Eggi Sudjana yang tidak datang ke Bareskrim untuk memberikan keterangan. 

"Seharusnya Djuhandhani paham bahwa Eggi Sudjana tidak bisa datang karena sakit. Namun Djuhandhani sama sekali tidak menyebut Eggi Sujana sedang sakit, seolah-olah Eggi mangkir tanpa alasan yang jelas," kata Buni Yani.

Kedua, Djuhandhani menyebut TPUA tidak terdaftar di AHU Kemenkumham -- yang kembali mau tidak mau bisa ditafsirkan bahwa Djuhandhani memang sengaja ingin memberikan kesan negatif terhadap TPUA ke publik. 

"Menurut UU, tidak semua perkumpulan atau organisasi di tengah masyarakat harus berbadan hukum. Begitu juga dengan TPUA," kata Buni Yani.

Dari sini saja, kata Buni Yani, publik bisa membaca Bareskrim tidak netral. Bareskrim terkesan mengambil jarak dengan TPUA, tetapi sebaliknya begitu takzim ke Jokowi.

Untuk hal terakhir ini bisa dilihat dari bahasa tubuh dua penyelidik yang mewawancarai Jokowi selama satu jam untuk 22 pertanyaan. 

"Dari foto yang beredar luas di media sosial, kedua penyelidik seperti tidak percaya diri menghadapi Jokowi. Penyelidik menunjukkan bahasa tubuh seolah-olah sedang menghadap atasan. Ini seharusnya tidak terjadi," kata Buni Yani.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya