Berita

Ekspor Minyak Atsiri RI Capai Rp4,2 Triliun di 2024/Kemenperin

Bisnis

Ekspor Minyak Atsiri RI Capai Rp4,2 Triliun di 2024

SABTU, 24 MEI 2025 | 13:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Indonesia menempati posisi sebagai eksportir minyak atsiri terbesar kedelapan di dunia, 

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan, nilai ekspor dari produk ini  mencapai Rp4,2 triliun di 2024. 

"Saat ini, Indonesia menempati posisi sebagai eksportir minyak atsiri terbesar kedelapan di dunia, dengan nilai ekspor mencapai 259,54 juta Dolar AS pada tahun 2024," terang Faisol dalam acara Pre Event Aromatika Indofest 2025, di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, baru-baru ini, dikutip Sabtu 24 Mei 2025.


Pencapaian itu merupakan nilai ekspor tertinggi Indonesia selama periode lima tahun terakhir. 

Jika dilihat dalam periode tersebut, kinerja ekspor-impor Indonesia untuk komoditas tersebut cenderung fluktuatif.

Faisol mengatakan, Kemenperin akan terus memajukan ekspor produk industri agro. Dari sekian banyak potensi di sektor agro, industri minyak atsiri menjadi subsektor paling strategis yang berbasis pada Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan tanaman aromatik. 

"Minyak atsiri merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai strategis, baik dari sisi ekonomi maupun sebagai bahan dasar pengembangan industri berbasis sumber daya alam," terangnya. 

Minyak atsiri biasa digunakan untuk produk parfum, aromaterapi hingga produk kecantikan

Tujuan utama ekspor minyak atsiri Indonesia selama periode 2019-2024 antara lain adalah India, Amerika Serikat, China, Singapura, dan Prancis.

Namun begitu, Faisol juga mengutarakan ada beberapa tantangan industri yang tengah dihadapi, yaitu antara lain keterbatasan ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan, terbatasnya akses ke pasar global, kurangnya diversifikasi produk hilir, serta keterbatasan teknologi produksi dan pengolahan.

Untuk itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dunia pendidikan, dan masyarakat, guna membangun industri atsiri yang bisa bersaing di tingkat global.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya