Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/RMOL

Bisnis

Suntik Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Kucurkan 6 Paket Insentif Ini Mulai Juni 2025

SABTU, 24 MEI 2025 | 10:49 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pemerintah akan mengucurkan enam paket insentif ekonomi mulai 5 Juni 2025 mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan insentif tersebut bertujuan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di tahun ini.

Saat ini, masing-masing kementerian, kata Airlangga, tengah menyiapkan regulasi terkait pemberian paket insentif tersebut.


"Jadi kita akan siapkan ada 6 paket. Sekarang masing-masing kementerian mempersiapkan regulasinya," kata Airlangga kepada awak media pada Jumat 23 Mei 2025.

Adapun enam paket insentif tersebut antara lain yaitu:

1. Insentif Rp 7 juta untuk motor listrik
2. Bantuan Subsidi Upah (BSU)
3. Diskon tarif listrik
4. Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)
5. Diskon tarif tol
6. Diskon tarif penerbangan.

Insentif Rp7 juta untuk motor listrik sendiri merupakan program lanjutan di 2024. Menurut Airlangga, saat ini insentif tersebut tinggal menunggu Peraturan Menteri Perindustrian dan Peraturan Menteri Keuangan.

"Kuotanya nanti tergantung waktunya ya. Kan ini waktunya tinggal 6 bulan ya ke depan," jelasnya.

Selanjutnya, pemerintah juga kembali melanjutkan bantuan diskon tarif listrik 50 persen khusus untuk pelanggan PLN dengan daya listrik di bawah 1.300 VA.

"Kayak sebelumnya, ya. Tapi kita turunkan di bawah 1.300. Kalau kemarin kan sampai 2.200," tuturnya,

Sementara untuk BSU, pemerintah masih melakukan finalisasi besaran yang akan diberikan kepada masyarakat. Ia mengatakan besaran upah tersebut kemungkinan tidak lebih dari Rp600 ribu.

Sedangkan untuk diskon tarif tol dan tarif pesawat akan diberlakukan seperti saat momen lebaran tahun ini. 

"Mirip seperti kemarin hari-hari besar. Ini kaitannya kan dengan masa libur anak-anak. Jadi kita kan lebaran tahun baru kemarin kan terlalu dekat Itu di Kuartal I (Q1). Sehingga kita perlu mendukung untuk yang Q2 dan Q3," tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Pelita Air Libatkan UMKM Binaan Pertamina dalam PAS Sky Shop

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:59

Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam Dua Minggu

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:50

19 Juta Tenaga Kerja dan Upsysteming UMKM

Selasa, 12 Mei 2026 | 03:25

Jokowi dan Pratikno Dituding Bungkam UI Lewat PP 75/2021

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:59

Polisi Ringkus 25 Pelaku Curanmor di Bekasi

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:45

Film Dokumenter “Pesta Babi” Jangan Memperkeruh Keadaan di Papua

Selasa, 12 Mei 2026 | 02:23

Melupakan Laut, Menggadaikan Masa Depan!

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:57

Polda Jambi Bongkar Peredaran Sabu dan "Vape Yakuza" Senilai Rp25,9 Miliar

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:38

Dishub kota Semarang Gencarkan Sosialisasi ke Bus AKAP

Selasa, 12 Mei 2026 | 01:19

Grace Natalie: Saya Nggak Pernah Punya Masalah dengan Pak JK

Selasa, 12 Mei 2026 | 00:57

Selengkapnya