Berita

Menkes Budi Gunadi Sadikin/Net

Politik

Menteri yang Harus Siap Dicopot adalah Budi Gunadi Sadikin!

SABTU, 24 MEI 2025 | 08:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Seiring menguatnya kabar kocok ulang atau reshuffle kabinet, para pembantu presiden harus bersiap menghadapi kenyataan jika sewaktu-waktu dicopot dari jabatannya. 

Menurut pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, salah satu menteri yang perlu waspada adalah Budi Gunadi Sadikin. Menteri Kesehatan dengan segala kontroversinya ini sudah saatnya dicopot. 

“Ada dua pertimbangan utama (alasan) Budi Gunadi (layak) dicopot. Pertama, sebanyak 357 guru besar dari berbagai fakultas kedokteran di Indonesia menyatakan keprihatinan terhadap kebijakan dan tata kelola kesehatan nasional,” kata Jamiluddin kepada RMOL, Sabtu 24 Mei 2025. 


Dikatakan Jamiluddin, keprihatinan ratusan guru besar itu cukup beralasan. 

Pasalnya, para guru besar melihat adanya ancaman serius terhadap kualitas pendidikan spesialis, kompetensi dokter umum, hingga independensi profesi. Khususnya terkait adanya ‘kolegium tandingan’ versi Menkes. 

Padahal, otonomi profesi menjadi hak fundamental. Bahkan, kedokteran di seluruh dunia memiliki hak untuk mengatur dirinya sendiri melalui organisasi profesi independen. Apalagi Kolegium menjadi jantung standar kompetensi. 

“Karena itu, kolegium harus tetap independen dari intervensi politik. Kolegium harus tetap berada dibawah organisasi profesi untuk menjamin objektivitas standar pendidikan, khususnya kedokteran,” kata Jamiluddin. 

Atas dasar itu, kata Jamiluddin, jika para guru besar menolak pengambilan Kolegium dari organisasi profesi ke Kementerian Kesehatan sebagaimana diindikasikan dalam UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, itu semata-mata demi kemajuan dan kualitas dokter di Tanah Air.

Tak hanya itu, Jamiluddin juga menyebut Menkes Budi Gunadi kerap mengeluarkan sejumlah pernyataan kontroversial. 

“Contohnya, orang dengan gaji Rp15 juta lebih pintar dan sehat daripada yang Rp5 juta. Pernyataan ini sangat konyol dan tidak ada dasar ilmiahnya. Pernyataan semacam ini tak seharusnya dilontarkan seorang Menteri Kesehatan,” pungkasnya.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya