Berita

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, usai melapor ke Bareskrim Polri di Jakarta terkait tudingan ijazah palsu, beberapa waktu lalu/RMOL

Politik

Banyak Bohong, Wajar Publik Curigai Jokowi

JUMAT, 23 MEI 2025 | 12:59 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kecurigaan publik terhadap keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo tidak berdiri sendiri. Melainkan akumulasi ketidakpercayaan masyarakat terhadap berbagai pernyataan dan janji Jokowi selama menjabat sebagai Presiden RI.

Hal ini disampaikan pengamat politik, Rocky Gerung, menanggapi pernyataan Bareskrim Polri yang menyebut ijazah presiden dua periode itu adalah asli.

"Kecurigaan publik soal ijazah Jokowi, setara kecurigaan publik terhadap kebohongan lainnya. Itu kan satu paket kondisi psikologi publik yang akhirnya menganggap semua keterangan Pak Jokowi itu adalah kebohongan," ucap Rocky lewat kanal YouTube pribadinya, Jumat 23 Mei 2025.


Rocky lantas mencontohkan beberapa pernyataan kontroversial Presiden Jokowi yang hingga kini masih menjadi perdebatan publik. Salah satunya adalah pernyataan soal uang Rp11 ribu triliun milik warga Indonesia yang disebut-sebut berada di luar negeri.

Namun sampai sekarang, tidak pernah ada bukti rinci dan tidak pernah dipublikasikan datanya. Sehingga publik pun meragukan pernyataan dari Jokowi.

Selain itu, Rocky juga menyoroti soal mobil Esemka yang sempat digaungkan Jokowi sebagai simbol kebangkitan industri otomotif nasional. Namun realisasinya tidak sesuai dengan ekspektasi masyarakat.

"Kita mesti terima fakta itu karena beliau 10 tahun jadi presiden artinya dia mengendalikan banyak hal melalui sistem operasi intelijen, birokrasi, dan politik. Semua yang kemudian dibuka, dipersoalkan," jelasnya.

Rocky menilai, akumulasi persoalan ini tidak bisa diabaikan begitu saja. Maka ia mendorong agar berbagai hal yang menimbulkan kecurigaan, termasuk soal ijazah, diselesaikan secara transparan melalui proses pengadilan.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya